Kemenangan perdana di fase liga Liga Champions musim ini diraih Real Betis dengan cara yang menegangkan. Bertandang ke markas Lille, tim asuhan Manuel Pellegrini berhasil memenangi duel sengit dengan skor akhir 3-2 di Stadion Pierre-Mauroy, Villeneuve d’Ascq, pada Selasa malam waktu setempat. Pasukan tamu sempat dua kali tertinggal, namun mental baja mereka berbicara untuk memastikan tiga poin berharga.
Laga baru berjalan dua menit, gawang Betis sudah kebobolan. Ayase Ueda berhasil menjebol pertahanan tim tamu melalui sebuah skema serangan cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang. Keunggulan tersebut membuat Lille tampil percaya diri, tetapi Betis tidak butuh waktu lama untuk merespons. Pada menit ke-15, Marc Bartra sukses menyundul umpan silang dari situasi sepak pojok untuk mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Keasyikan menyerang membuat pertahanan Betis kembali lengah. Sundulan keras Alexsandro memanfaatkan umpan tendangan pojok Gaetan Perrin pada menit ke-36 membuat Lille kembali unggul 2-1. Sebelum turun minum, Troy Parrott nyaris menyamakan kedudukan dengan sebuah tendangan keras, tetapi bola masih melebar tipis dari sasaran. Ketertinggalan satu gol menjadi pekerjaan rumah bagi Pellegrini saat jeda.
Usai istirahat, strategi ofensif langsung diterapkan Betis. Hasilnya datang cepat di menit ke-49. Eksekusi tendangan bebas Isco yang terukur berhasil disambut kembali oleh Marc Bartra dengan sundulan terarah. Gol kedua bek asal Spanyol tersebut membawa timnya menyamakan skor menjadi 2-2. Momentum ini menjadi titik balik penting, karena tuan rumah kehilangan konsistensi permainan.
Nasib buruk menimpa Lille pada menit awal babak kedua ketika Ethan Mbappe diusir wasit. Gelandang muda tersebut menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras yang tidak perlu terhadap pemain lawan. Bermain dengan sepuluh pemain, Lille berusaha bertahan dan mengandalkan serangan balik, tetapi tekanan demi tekanan terus dilancarkan Betis.
Momen kemenangan akhirnya tiba setelah tim tamu terus menggempur pertahanan Lille yang mulai kelelahan. Troy Parrott, yang sebelumnya membuang peluang, sukses menjadi aktor utama. Sebuah pergerakan tanpa bola yang cerdas membawanya ke ruang kosong dan menerima umpan matang yang kemudian dikonversi menjadi gol. Golnya pada penghujung laga memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Real Betis.
Tambahan tiga poin ini membawa Betis melesat ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi tiga angka dari satu pertandingan. Sementara itu, Lille harus rela terpuruk di dasar klasemen, tepatnya posisi ke-32, dengan raihan nihil. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Betis yang di pertandingan berikutnya akan menghadapi lawan yang lebih berat.



