Lifter senior Indonesia, Eko Yuli Irawan, harus mengakui keunggulan para pesaingnya pada ajang Asian Games 2026. Berlomba di kelas 65 kilogram putra cabang angkat besi, atlet berusia 37 tahun itu pulang tanpa medali setelah hanya menempati urutan keempat. Kompetisi berlangsung di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Kamis (24/9).
Sepanjang pertandingan, Eko Yuli menorehkan total angkatan 302 kilogram. Rinciannya, ia membukukan snatch 135 kilogram dan clean and jerk 167 kilogram. Perolehan tersebut belum cukup untuk menembus tiga besar di tengah persaingan ketat antar lifter Asia.
Pada sesi snatch, langkah Eko Yuli sempat tersendat. Angkatan pertama di berat 135 kilogram gagal diselesaikan, namun ia berhasil memperbaikinya di percobaan kedua dengan beban yang sama. Sayangnya, upaya menaikkan catatan ke 138 kilogram pada percobaan ketiga justru tidak membuahkan hasil.
Nasib serupa terjadi di sesi clean and jerk. Lifter peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2022 itu hanya mampu menuntaskan angkatan 167 kilogram pada percobaan kedua. Dua percobaan lainnya, yakni yang pertama dan ketiga, berakhir gagal.
Catatan yang dikumpulkan Eko Yuli memang belum mampu menyaingi para atlet muda terbaik Asia. Pemilik medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2018 itu pun harus rela menyaksikan podium diisi lifter-lifter dari negara lain.
Medali emas menjadi milik lifter Korea Utara, Myong Jin Pak. Ia mencatat total angkatan 328 kilogram, terdiri dari snatch 146 kilogram dan clean and jerk 182 kilogram. Posisi kedua diisi lifter China, Yue Ji He, dengan total 327 kilogram berkat snatch 152 kilogram dan clean and jerk 175 kilogram.
Sementara itu, medali perunggu diraih lifter Vietnam yang membukukan total angkatan 309 kilogram. Capaian tersebut dihasilkan dari snatch 139 kilogram dan clean and jerk 170 kilogram. Hasil ini menutup peluang Eko Yuli untuk menambah koleksi medali di ajang multievent terbesar Asia tersebut.



