Tim takraw Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang pada laga final nomor kuadran putra Asian Games 2026. Bertanding di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Sabtu (3/10) pagi WIB, Muhammad Hardiansyah Muliang dan rekan-rekan tak mampu mempertahankan momentum setelah sempat unggul di dua set awal, dan akhirnya tumbang 1-2.
Jalannya pertandingan berlangsung ketat sejak set pembuka. Indonesia dua kali memimpin, yakni 3-0 dan 11-8, sebelum Jepang berbalik menguasai keadaan dan menutup gim pertama dengan skor 17-15. Pada set kedua, tim Merah Putih bangkit dan tampil lebih agresif. Mereka menang meyakinkan 15-9 dan memaksa laga berlanjut ke set penentu.
Namun di set ketiga, kesempatan itu tak dapat dimaksimalkan. Jepang tampil lebih tenang di poin-poin krusial dan merebut kemenangan 15-13, sekaligus memastikan medali emas menjadi milik tuan rumah. Kekalahan ini membuat Indonesia hanya membawa pulang perak dari nomor tersebut.
Hasil itu tidak menggeser posisi Indonesia di klasemen medali. Kontingen Indonesia masih bertengger di peringkat ke-14 dengan koleksi 37 medali, terdiri dari 5 emas, 9 perak, dan 23 perunggu. Uni Emirat Arab masih berada di atas Indonesia dengan raihan 7 emas, 4 perak, dan 1 perunggu.
Taiwan membayangi dari bawah dengan total 4 emas, 16 perak, dan 30 perunggu. Sementara itu, puncak klasemen belum beranjak dari China yang mengumpulkan 162 emas, 82 perak, dan 74 perunggu. Jepang dan Korea Selatan menyusul di urutan kedua dan ketiga.
Peluang menambah emas masih terbuka bagi Indonesia pada hari yang sama. Cabang voli pantai dan padel telah memastikan tempat di partai final, sehingga kedua sektor itu menjadi harapan baru untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Kegagalan di final takraw sendiri menjadi catatan tersendiri. Tim Indonesia sempat menunjukkan performa menjanjikan, terutama di set kedua, tetapi konsistensi di momen-momen akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Jepang, di sisi lain, membuktikan ketangguhannya dengan comeback yang efisien di dua set yang mereka menangi.
Dengan perolehan medali yang belum berubah, Indonesia perlu memaksimalkan sisa pertandingan yang ada. Tambahan emas dari voli pantai maupun padel akan sangat berarti untuk menaikkan peringkat sekaligus menjaga jarak dari Taiwan yang terus menempel.



