Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, pada Rabu (14/10), mengganggu pandangan mata di destinasi wisata prioritas tersebut. Asap ini bukan berasal dari dalam wilayah Danau Toba, melainkan kiriman dari titik-titik panas yang membara di Sumatera bagian selatan.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Silangit, Christy, memaparkan bahwa pergerakan angin dari arah timur hingga tenggara membawa asap dari Sumatera bagian selatan ke kawasan Danau Toba. Data pengamatan Selasa (13/10) menunjukkan 2.253 titik panas tersebar di wilayah Sumbagsel. Jambi menyumbang 187 titik panas, disusul Kepulauan Bangka Belitung dengan 134 titik, dan Lampung sebanyak 132 titik.
Dampaknya pada jarak pandang cukup serius. Christy menyebut penglihatan di sekitar Danau Toba pada hari itu hanya berkisar 1-3 kilometer. Angka tersebut menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi warga yang beraktivitas dan wisatawan yang melintas di kawasan danau.
Bukan hanya pandangan yang terganggu, kualitas udara pun ikut merosot. Stasiun Klimatologi Sumatera Utara mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 pada Selasa (13/10) berada di kategori sedang sepanjang pukul 00.00 hingga 17.00 WIB. Situasi memburuk pada malam hari, ketika kualitas udara jatuh ke kategori tidak sehat pada pukul 18.00-21.00 WIB, lalu mencapai tingkat sangat tidak sehat pada pukul 22.00-23.00 WIB.
Partikel PM2.5 menjadi perhatian serius karena ukurannya yang sangat kecil memungkinkan penetrasi dalam ke saluran pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit paru-paru dan jantung paling berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan polutan ini.
“Kualitas udara yang memburuk perlu diwaspadai, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Christy.
BMKG mengimbau warga di sekitar Danau Toba untuk membatasi kegiatan di luar ruangan dan senantiasa memakai masker. Upaya ini dinilai penting guna menekan paparan asap dan partikel polutan, terutama saat kualitas udara sedang buruk. Aktivitas fisik di luar ruangan juga disarankan untuk dikurangi selama kondisi berasap.
Bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Danau Toba, cuaca dan kualitas udara sebaiknya menjadi bahan pertimbangan sebelum beraktivitas di luar. Pengendara yang melintasi kawasan tersebut juga perlu mengantisipasi jarak pandang terbatas. Informasi terkini soal cuaca, jarak pandang, dan kualitas udara dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. Apabila muncul gejala sesak napas, batuk yang memburuk, atau iritasi saluran pernapasan setelah terpapar asap, segera kurangi paparan dan cari bantuan medis bila diperlukan.



