Penerbangan langsung dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Jeddah dan Madinah dilaporkan tidak mengalami gangguan di tengah memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah. Ketua DPD AMPHURI Jawa Timur, Mochammad Sufyan Arief, menyatakan bahwa hasil pemantauan terhadap operasional Garuda Indonesia dan Lion Air menunjukkan kedua maskapai tersebut masih melayani rute direct dari Surabaya dengan normal.
Sufyan mengungkapkan rasa syukurnya karena penerbangan Garuda dan Lion yang terbang langsung dari Juanda ke Jeddah maupun Madinah belum terdampak. Bahkan, informasi dari pihak Lion Air pada Rabu pagi (14/10) menyebutkan bahwa penumpang sudah memasuki gerbang keberangkatan. Kondisi ini menjadi angin segar bagi calon jemaah umrah asal Jawa Timur yang tengah dilanda kekhawatiran akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kendati rute penerbangan langsung terbebas dari hambatan, Sufyan tidak lantas menyarankan calon jemaah untuk lengah. Ia menekankan bahwa dinamika keamanan di Timur Tengah dapat berubah dengan cepat dan sulit diprediksi. Karena itu, ia mengingatkan agar setiap calon jemaah senantiasa menjalin komunikasi dengan agen penyelenggara umrah maupun maskapai yang digunakan. Koordinasi tersebut penting untuk memastikan jadwal pemberangkatan tetap sesuai, mengingat kondisi keamanan di kawasan tersebut bisa berubah kapan saja. Imbauan ini disampaikan Sufyan kepada seluruh calon jemaah umrah yang akan berangkat dari Jawa Timur.
Insiden yang menjadi latar kekhawatiran ini terjadi pada Sabtu (10/10) di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Serangan yang diduga dilancarkan kelompok Houthi itu mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 orang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah korban tewas, empat di antaranya merupakan warga negara Arab Saudi, dua orang berkewarganegaraan Bangladesh, sedangkan satu orang masing-masing berasal dari Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.
Sejumlah jemaah umrah dilaporkan turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi ini diperkuat oleh Inside the Haramain, sebuah akun yang aktif melaporkan perkembangan situasi di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah. Menurut akun tersebut, jemaah beserta pengunjung dua masjid suci itu termasuk di antara mereka yang terdampak serangan.
Kesaksian dua dokter yang berbicara kepada wartawan menambah gambaran mengenai situasi di lokasi kejadian. Mereka menyebut ada sejumlah jemaah yang hendak menunaikan ibadah ke Makkah mengalami luka saat sedang menunggu giliran menaiki pesawat di bandara tersebut.
Hingga kini, penerbangan langsung dari Juanda menuju Jeddah dan Madinah masih menjadi jalur utama bagi calon jemaah umrah asal Jawa Timur. Meski demikian, pemantauan situasi keamanan di Timur Tengah perlu terus dilakukan mengingat sifatnya yang dinamis. Calon jemaah diharapkan tetap waspada dan proaktif menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait sebelum keberangkatan.



