Polda Metro Jaya memastikan kondisi psikologis perempuan yang menjadi korban penendangan di Mal Senayan City, Jakarta Pusat, mengalami gangguan akibat insiden tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa korban dan hasilnya menunjukkan perempuan itu syok serta trauma. Ia menegaskan pihaknya turut menyampaikan empati mendalam atas dampak yang dialami korban.
Budi menambahkan, langkah pemulihan psikis tengah dilakukan dengan memberikan pendampingan trauma healing kepada korban. Pihak kepolisian juga akan terus memantau kondisi fisik korban untuk memastikan apakah ada cedera serius akibat terjatuh saat ditendang. Sejumlah kemungkinan yang akan ditelusuri mencakup luka-luka, bagian tubuh yang mengalami cedera, hingga dampak traumatik yang mungkin menyertai.
“Kita juga akan melihat kondisi korban, apakah dari tersungkur pada saat ditendang ada luka-luka, ada anggota tubuh yang cedera, ataupun traumatik yang dialami oleh korban,” ujar Budi di hadapan awak media.
Lebih lanjut, Budi menyatakan penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih menginterogasi pelaku secara intensif. Fokus pemeriksaan adalah menggali penyebab pria tersebut tega menendang seorang wanita di area makan salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat. Menurutnya, proses pendalaman masih berlangsung dan penyidik telah meminta keterangan dari korban.
Diketahui sebelumnya, pihak kepolisian telah menangkap pria berinisial R (44) yang diduga kuat melakukan penendangan dari arah belakang terhadap seorang perempuan yang tengah mengantre makanan. Penangkapan berlangsung di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9) sekitar pukul 03.55 WIB. Kasubdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menyampaikan bahwa pelaku kini telah dibawa ke markas Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
Abdul menjelaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan kronologi pasti maupun motif di balik aksi penendangan tersebut. Penyidik masih sibuk mengumpulkan barang bukti dan mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai hubungan antara pelaku dan korban atau pemicu insiden.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman penendangan viral di media sosial. Polisi berjanji menuntaskan penyelidikan dengan transparan dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.



