Sejumlah jadwal konser Ed Sheeran dalam rangkaian Loop Tour mengalami kemerosotan harga tiket yang cukup tajam di pasar sekunder. Data dari situs pemantau TicketData.com yang diberitakan Newsweek pada Jumat (18/9) menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh jadwal tersisa mengalami penurunan harga resale. Penurunan paling parah tercatat pada pertunjukan di Lincoln Financial Field, Philadelphia, di mana harga tiket ambles hingga 45 persen menjadi US$75 atau sekitar Rp1,3 juta (dengan asumsi kurs US$1 setara Rp17.786) menjelang hari pertunjukan. Di sejumlah lokasi lain, tiket termurah bahkan sempat menyentuh angka US$32 atau setara Rp569 ribu.
Pendiri TicketData.com, Keith Pagello, menyatakan bahwa penurunan harga tiket menjelang hari H sebenarnya merupakan hal yang biasa terjadi. Meski demikian, ia menilai bahwa besaran penurunan untuk konser Sheeran di Philadelphia kali ini sudah berada di luar batas kewajaran. Pagello menuturkan bahwa jika tren penurunan berlanjut, hal tersebut dapat menjadi penanda kuat bahwa permintaan penonton telah merosot dalam skala yang serius. Ia menambahkan bahwa penurunan lebih lanjut pada hari itu akan memperkuat indikasi bahwa permintaan dan harga tiket sedang jatuh secara signifikan, sehingga layak menjadi sorotan pemberitaan, khususnya untuk pertunjukan tersebut.
Kemerosotan harga dan permintaan tiket ini diduga berkaitan erat dengan keputusan promotor Messina Touring Group yang mencoret Macklemore dari daftar penampil. Pencoretan itu dipicu oleh aksi rapper asal Seattle tersebut saat membawakan lagu dukungan bagi demonstran pro-Palestina dan menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza dalam penampilannya di New Jersey pada awal September lalu.
Situasi kemudian memanas setelah miliarder pemilik Stadion Gillette di Massachusetts, Robert Kraft, secara terbuka melarang Macklemore tampil di venue miliknya. Kraft menuduh Macklemore menyebarkan retorika kebencian. Tekanan dari pemilik venue seperti Kraft inilah yang akhirnya mendorong promotor untuk mengeliminasi Macklemore dari rangkaian tur.
Keputusan tersebut memicu gelombang solidaritas dari sejumlah musisi pembuka. Aaron Rowe, Lukas Graham, dan band Beoga kompak mengundurkan diri secara massal sebagai bentuk penolakan terhadap pembungkaman kebebasan berekspresi. Aksi boikot ini semakin memperkeruh situasi Loop Tour di tengah merosotnya nilai tiket di pasaran sekunder.
BBC pada Minggu (20/9) memberitakan bahwa sejumlah penggemar mengaku telah mengajukan proses pengembalian dana atau refund. Namun hingga saat ini, baik Ticketmaster maupun Messina Touring Group selaku promotor belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kebijakan ganti rugi yang dimaksud.
Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak promotor maupun pengelola venue terkait perkembangan terbaru ini. Para penggemar yang telah membeli tiket pun masih menunggu kejelasan mengenai nasib pertunjukan yang tersisa.



