Aksi kontroversial mewarnai pertandingan lanjutan Liga Champions antara Manchester City dan Paris Saint-Germain di Stadion Etihad, Rabu (14/10). Gelandang Man City, Enzo Fernandez, menjadi pusat perhatian setelah mendorong wasit Sven Jablonski sampai terjatuh ke lapangan. Yang membuat insiden ini semakin ramai dibicarakan, Fernandez sama sekali tidak menerima hukuman dari wasit asal Jerman tersebut.
Kejadian itu bermula ketika Man City tengah membangun serangan di wilayah permainan PSG. Bek Abdukodir Khusanov melepaskan operan mendatar yang diarahkan kepada Fernandez. Namun, bola melintas melewati Jablonski yang berdiri tepat di jalur operan tersebut. Fernandez lantas bergerak menghampiri bola dan bertabrakan dengan sang pengadil.
Rekaman ulang memperlihatkan Fernandez menempelkan kedua tangannya di punggung Jablonski sebelum mendorongnya. Akibat dorongan itu, Jablonski kehilangan keseimbangan dan jatuh ke rumput. Wasit kemudian bangkit kembali berdiri. Sementara itu, Fernandez tidak langsung memburu bola yang terus bergulir menjauh, dan hingga insiden berakhir, ia tak diganjar kartu apa pun.
Keputusan wasit yang membiarkan Fernandez tanpa sanksi memantik gelombang protes dari kalangan penggemar. Banyak dari mereka menilai tindakan gelandang asal Argentina itu semestinya berbuah kartu merah. Salah seorang penggemar menegaskan bahwa Fernandez telah mendorong wasit. Penggemar lain mempertanyakan bagaimana pemain tersebut bisa lolos dari kartu merah setelah perbuatannya.
Perlu ditekankan, berbagai anggapan tersebut murni merupakan reaksi penggemar, bukan keputusan resmi mengenai jenis hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada Fernandez.
Insiden ini terjadi di tengah kekalahan Man City dari PSG dengan skor 2-4. PSG membangun keunggulan lewat gol Desire Doue, Ousmane Dembele, Vitinha, dan Maghnes Akliouche. Adapun dua gol Man City dicetak oleh Erling Haaland.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak wasit, Man City, maupun otoritas Liga Champions terkait insiden dorongan tersebut. Publik sepak bola menanti apakah kasus ini akan berlanjut ke ranah disiplin atau cukup berhenti sebagai perdebatan di media sosial.



