Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dijadwalkan berlangsung pada Rabu sore. Kedatangan Balakrishnan ke Indonesia terbilang mendadak, yakni sejak Selasa pagi, dan ia langsung meminta waktu untuk bertemu kepala negara.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat mengonfirmasi kepada wartawan di Jakarta, Rabu. Menurut Teddy, Presiden akan menerima Balakrishnan sebentar pada sore hari. Kendati demikian, ia menyerahkan kepada Menlu Singapura untuk menjelaskan secara pasti ihwal pertemuan tersebut. “Oh iya, sejak kemarin pagi mendadak Menlu Singapura datang ke Indonesia dan mohon waktu sekali bertemu Pak Presiden, nanti sore akan diterima sebentar, tetapi tanya Pak Menlu saja pastinya ya,” ujar Teddy.
Lokasi pertemuan sendiri belum dapat dipastikan karena masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Teddy menambahkan, pertemuan itu menjadi penanda bahwa di tengah padatnya agenda kenegaraan, Presiden tetap menaruh perhatian pada upaya merawat hubungan baik serta memperkuat komunikasi dengan negara-negara sahabat, terlebih sesama negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Sebelumnya, Menlu RI Arrmanatha Nasir telah menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Selasa (27/10). Dalam pertemuan itu, Menlu RI menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan peningkatan intensitas dan koordinasi, pengoptimalan respons nasional, serta pemanfaatan seluruh sumber daya nasional untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beserta dampaknya.
Menlu RI juga menyampaikan apresiasi kepada semua negara, termasuk Singapura, yang menawarkan bantuan pemadaman kebakaran hutan di Indonesia. Meski begitu, tawaran tersebut akan dipertimbangkan oleh otoritas terkait di Tanah Air sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain itu, Indonesia dan Singapura telah menyepakati pembentukan satuan tugas (satgas) guna memperkuat upaya bersama dalam menangani karhutla serta dampaknya. Kesepakatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama kedua negara di kawasan.



