Penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, menyelesaikan pertandingan penuh saat Rayo Vallecano ditahan imbang Getafe 1-1 pada pekan kesembilan Liga Spanyol di Stadion Coliseum, Madrid, Senin malam waktu setempat. Sepanjang 90 menit menjaga mistar gawang, pemain berdarah Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu mencatatkan tiga penyelamatan.
Selain tiga save tersebut, Audero juga tercatat satu kali meninju bola dan membukukan akurasi operan mencapai 72 persen. Statistik itu menjadikannya salah satu pemain yang cukup rapi dalam distribusi bola dari lini belakang Rayo Vallecano.
Jalannya laga sendiri berlangsung menarik. Rayo Vallecano lebih dulu membuka keunggulan lewat gol Alvaro Garcia Rivera. Namun Getafe mampu membalas melalui Martin Satriano dan membuat kedudukan berakhir sama kuat.
Sejak menit ke-28, Rayo Vallecano sebenarnya memiliki keuntungan jumlah pemain. Bek sekaligus kapten Getafe, Djene Dakonam, diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Alvaro Garcia. Getafe pun harus bermain dengan sepuluh orang hingga laga usai.
Meski kehilangan satu pemain, skuad asuhan Getafe tampil disiplin. Mereka berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua, tepatnya di menit ke-56, lewat aksi Martin Satriano.
Keunggulan jumlah pemain tak mampu dimaksimalkan Rayo Vallecano. Tim tamu terus menggempur pertahanan Getafe, tetapi barisan belakang tuan rumah mampu meredam tekanan demi tekanan. Alhasil, skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Audero, penampilan penuh ini menjadi modal berharga menjelang agenda Timnas Indonesia. Kiper yang sempat menggagalkan tendangan penalti dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, itu konsisten mendapat menit bermain di level klub.
Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Rayo Vallecano gagal memaksimalkan momentum bermain dengan jumlah pemain lebih banyak, sementara Getafe menunjukkan ketangguhan meski tampil dengan sepuluh orang sejak menit ke-28.



