Penguatan swasembada protein dan ketahanan pangan nasional menjadi agenda utama dalam Agrifood Forum 2026 yang digelar hari ini. Forum tersebut mempertemukan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) untuk membahas berbagai strategi, termasuk peluang meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di pasar global.
Ruang dialog lintas sektor ini dihadirkan oleh CNN Indonesia sebagai wadah membahas langkah memperkuat kemandirian pangan nasional. Selain itu, forum ini juga didorong untuk membuat industri pangan Indonesia semakin kompetitif di kancah internasional.
Deretan pembicara dari kalangan pemerintah turut hadir, di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa.
Tidak hanya pejabat kementerian, forum ini juga menghadirkan para pemimpin BUMN sektor pangan dan pertanian. Mereka adalah Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Denaldy Mulino Mauna. Perwakilan direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) juga turut serta dalam acara tersebut.
Rangkaian acara terbagi dalam tiga sesi utama. Sesi pertama mengusung tema “Protein untuk Indonesia”. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan. Sesi ketiga atau panel terakhir bertajuk “Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan”.
Melalui forum ini, kata penyelenggara, strategi memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendorong daya saing industri pangan di pasar global menjadi fokus pembahasan bersama. “Agrifood Forum 2026 menghadirkan ruang dialog lintas sektor,” ujar perwakilan penyelenggara dalam keterangan acara.
Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha negara dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada protein. Pembahasan dalam tiga sesi tersebut diharapkan menghasilkan masukan bagi penguatan ketahanan pangan Indonesia ke depan.



