Sistem kelistrikan Sri Lanka lumpuh total pada Sabtu (17/10), memaksa otoritas setempat bergerak cepat memulihkan pasokan di seluruh wilayah negara kepulauan tersebut. Departemen Informasi Pemerintah Sri Lanka mengonfirmasi pemadaman berskala nasional itu terjadi akibat ketidakstabilan jaringan listrik, dan hingga laporan ini disusun, upaya penormalan masih berlangsung.
Operator Sistem Nasional (NSO) yang dikelola negara menyebut pihaknya tengah bekerja keras mengembalikan operasional sistem. Sebagai langkah pendukung, NSO mengimbau para pemilik instalasi listrik tenaga surya (fotovoltaik) agar sementara waktu memutus sambungan ke jaringan hingga ada arahan lanjutan.
Menteri Energi Anura Karunathilake mengungkapkan dugaan awal bahwa gangguan pada Pembangkit Listrik Upper Kotmale menjadi pemicu utama insiden ini. Otoritas melaporkan pemadaman dirasakan di berbagai penjuru negara, sementara proses penormalan terus dijalankan.
“Pembangkit listrik tenaga air yang masih beroperasi tetap beroperasi untuk membantu memulihkan pasokan listrik,” demikian pernyataan NSO pada hari yang sama. NSO sekaligus membantah beredarnya laporan soal kerusakan pembangkit listrik pasca-blackout nasional tersebut.
Proses pemulihan sendiri dilakukan secara bertahap sejak siang hari. Beberapa kawasan di Colombo, Gampaha, Galle, dan Badulla dilaporkan sudah kembali menikmati aliran listrik.
Ibu kota dan wilayah sekitarnya menjadi prioritas penanganan, seiring tim teknis yang dikerahkan untuk menstabilkan jaringan secara keseluruhan. Pemantauan intensif dilakukan guna memastikan pasokan tidak kembali terganggu.
NSO menargetkan seluruh jaringan listrik nasional kembali normal pada sekitar pukul 18.30 waktu setempat, yang setara 13.00 GMT atau 20.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wilayah masih dalam proses penyambungan ulang.



