Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkap alasan di balik pergantian seragam Dinas Upacara prajurit TNI. Menurutnya, desain pakaian dinas tersebut mengangkat unsur budaya dan kearifan lokal, khususnya beskap. Ia menegaskan bahwa pemilihan beskap sebagai inspirasi merupakan langkah untuk mewujudkan kemandirian di bidang pakaian. Seragam itu juga disebut memiliki ciri khas yang mencerminkan identitas budaya Indonesia. “Beskap ini kearifan lokal supaya kita bisa mandiri secara pakaian,” ujar Agus.
Seragam anyar tersebut tampak dikenakan oleh para prajurit saat upacara yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pakaian dinas itu berupa jas dengan kerah tegak yang diberi aksen merah pada bagian kerahnya. Perubahan tidak hanya terjadi di area kerah, tetapi juga terlihat pada bagian kancing serta pergelangan tangan. Ketiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut, telah menggunakan seragam ini.
Agus juga menanggapi soal adanya kemiripan antara seragam baru TNI dengan pakaian upacara militer sejumlah negara. Ia menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Pasalnya, pakaian militer di negara-negara ASEAN memang memiliki kemiripan satu dengan yang lain. Bahkan, saat berkunjung ke luar negeri, ia mengamati pakaian militer di berbagai daerah juga tampak serupa. Ia menyampaikan bahwa pakaian militer di kawasan ASEAN hampir sama, begitu pula di wilayah lain yang pernah ia kunjungi.
Pada rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo Subianto memberikan Tanda Kehormatan (Tanhor) Bintang Mahaputra kepada sejumlah pejabat tinggi negara dan petinggi militer. Sejumlah nama masuk dalam daftar penerima tanhor tersebut. Mereka antara lain Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turut menerima tanda kehormatan itu, begitu pula Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Tidak hanya para petinggi di atas, ketiga kepala staf angkatan juga memperoleh tanhor yang sama. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak termasuk penerima. Dari matra laut, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menerima tanda kehormatan tersebut. Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono melengkapi daftar penerima dari lingkungan ketiga angkatan.
Pergantian seragam dinas upacara ini menandai babak baru dalam penampilan prajurit TNI. Dengan mengadopsi elemen beskap, institusi militer berupaya menonjolkan jati diri bangsa tanpa meninggalkan fungsi resmi pakaian dinas. Langkah ini sekaligus menjawab anggapan bahwa seragam militer Indonesia meniru negara lain. Pemerintah dan pimpinan TNI berharap seragam baru ini mampu memperkuat identitas nasional di lingkungan prajurit.
Upacara peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momen bersejarah karena bertepatan dengan penerapan seragam baru dan penganugerahan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh. Publik pun menyoroti perubahan tampilan prajurit yang dinilai lebih mencerminkan budaya nusantara. Ke depan, seragam Dinas Upacara ini akan dikenakan dalam berbagai kegiatan resmi TNI di seluruh matra.



