Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kecaman tajam terhadap Wali Kota New York, Mamdani, dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB. Serangan verbal itu disampaikan Netanyahu sebagai respons atas tuduhan genosida yang dilayangkan Mamdani terhadap agresi militer Israel di Palestina.
Dengan nada keras, Netanyahu menyerukan rasa malu kepada siapa pun yang dianggapnya menyebarkan kebohongan tentang negaranya dan tentara Israel. Ia menyebut pihak-pihak tersebut, baik yang hadir di ruang sidang maupun yang berada di kantor wali kota New York, sebagai antitesis dari kebenaran. Netanyahu menegaskan bahwa mereka telah mendistorsi fakta, membalikkan posisi korban dan pelaku, serta meludahi kebenaran.
“Shame on you,” ujar Netanyahu satu kali dalam pidatonya, sebelum melanjutkan bahwa Israel tidak pernah melakukan genosida dan justru berupaya mencegahnya.
Netanyahu juga menuduh Mamdani berupaya menghalangi kehadirannya di forum PBB dan berusaha membungkam suaranya. Menurut Netanyahu, langkah tersebut tidak akan berhasil karena ia tetap hadir dan menyampaikan pandangannya secara langsung.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu mengungkapkan keluhan sejumlah warga Yahudi di New York yang diklaimnya merasa tidak lagi aman. Mereka, kata Netanyahu, menilai New York telah berubah dari kota yang dulu mereka kenal. Netanyahu memakai keluhan itu untuk menggambarkan kondisi yang menurutnya dipicu oleh sikap para pemimpin politik tertentu.
Serangan Netanyahu tidak berhenti pada sosok Mamdani. Ia juga menuding Wali Kota New York itu pernah memuji seorang penjahat yang dihukum karena mendukung Hamas, serta menjalin hubungan dengan Hassan Piker, figur yang menurut Netanyahu mendukung serangan 11 September terhadap Amerika Serikat.
Netanyahu bahkan menyinggung istri Mamdani, Rama Duwaji. Ia menuduh Duwaji menyukai unggahan yang memuji pembantaian 7 Oktober dan menyatakan bahwa Tel Aviv seharusnya tidak berdiri. Tuduhan itu disampaikan Netanyahu tanpa menyertakan bukti tambahan di depan forum.
Konflik antara keduanya bukan hal baru. Sebelum menjabat sebagai wali kota, Mamdani memang dikenal vokal soal Palestina. Setelah terpilih, ia pernah menyatakan kesiapannya menangkap Netanyahu jika Perdana Menteri Israel itu menginjakkan kaki di New York, merujuk pada perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Perseteruan keduanya terus memanas dalam beberapa hari terakhir. Netanyahu bahkan memasang foto Mamdani di sebuah baliho bersama sejumlah tokoh lain, termasuk Pemimpin Hizbullah, Presiden Turki, dan Pemimpin Tertinggi Iran, yang dikategorikannya sebagai musuh. Langkah itu memperlihatkan bahwa ketegangan antara kedua politikus tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.



