Proses pemadaman api di kompleks kantor Bea dan Cukai Batam berlangsung dramatis pada Kamis siang. Para awak media yang hendak meliput peristiwa tersebut sempat terhambat lantaran petugas keamanan internal melarang mereka masuk ke area gedung. Wartawan yang tiba di lokasi hanya diperbolehkan menunggu di luar pagar pembatas sambil menyaksikan petugas pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan si jago merah.
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam, Mujiono, mengonfirmasi bahwa insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Titik api diketahui berasal dari gedung belakang yang difungsikan sebagai ruang kerja pegawai. Peristiwa ini berlangsung di saat sebagian besar karyawan tengah bersiap melaksanakan ibadah salat zuhur, sehingga proses evakuasi berjalan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa.
Ledakan keras sempat mengguncang bagian atap bangunan sebelum kobaran api terlihat membesar. Kejadian tersebut memicu kepanikan ringan di antara pegawai yang berada di area masjid kantor. Namun, kesigapan tim pemadam kebakaran Kota Batam yang langsung menerjunkan empat unit mobil pemadam berhasil mencegah api merambat ke bangunan utama, sehingga aktivitas pelayanan kepabeanan tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada panel surya yang terpasang di atap gedung. Suhu panas yang tinggi diduga memicu kebakaran pada komponen baterai penyimpan energi panel tersebut. Pernyataan ini disampaikan Mujiono saat memberikan keterangan pers di depan gerbang masuk kantor, Rabu (12/2). Ia menjelaskan bahwa dari pengamatan awal, api pertama kali terlihat dari bagian atap gedung belakang sebelum akhirnya membesar.
“Saat pegawai berada di masjid dan hendak salat zuhur, terdengar ledakan kencang dari arah atap. Kemudian terlihat api kecil yang membesar dengan cepat,” ungkap Mujiono. Ia menambahkan bahwa dugaan kuat penyebabnya adalah kebakaran pada baterai panel surya akibat paparan panas yang ekstrem di area tersebut.
Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini karena seluruh pegawai telah dievakuasi ke area aman sebelum api menjalar ke ruang kerja. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah laporan diterima langsung melakukan pendinginan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan api muncul kembali.
Bagi pegawai yang tengah berada di dalam gedung saat insiden terjadi, pengalaman ini menjadi peringatan penting akan bahaya instalasi listrik di gedung perkantoran. Pihak Bea dan Cukai Batam berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh sistem kelistrikan dan pembangkit listrik tenaga surya di kompleks perkantoran mereka untuk mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.



