Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menerima kenyataan pahit di sesi kualifikasi Moto3 Austria. Ia dipastikan mengawali balapan dari posisi ke-19 setelah gagal melewati Q1 yang berlangsung Sabtu (19/9). Hasil ini menjadi pukulan tersendiri bagi pembalap Honda Team Asia tersebut, yang sebelumnya berharap bisa tampil lebih kompetitif di Sirkuit Red Bull Ring.
Kesulitan Veda sebenarnya sudah terasa sejak sesi latihan pagi. Trek yang masih basah membuatnya hanya mampu menuntaskan tiga lap dengan ban basah. Kondisi itu berbeda jauh dibandingkan hari sebelumnya ketika lintasan benar-benar kering. Tim akhirnya memilih menariknya lebih awal daripada memaksakan diri mengambil risiko yang tidak diperlukan.
Secara keseluruhan, Veda hanya mencatatkan enam lap sepanjang hari itu, terbagi dalam tiga lap di kondisi basah dan tiga lap di kondisi kering. Minimnya putaran yang dilahapnya tentu membuat persiapan menuju kualifikasi kurang maksimal. Ia pun mengakui bahwa sesi pagi menjadi bagian tersulit dari rangkaian hari tersebut.
Masalah teknis kemudian muncul saat Q1 dimulai. Veda mengungkapkan bahwa ia mengalami kendala pada lap pertama kualifikasi, dan butuh waktu cukup lama untuk mengatasinya. Akibatnya, ia baru bisa kembali melaju di lima menit terakhir sesi. Situasi itu membuatnya tidak sempat mencatatkan waktu terbaik dan melakukan sejumlah kesalahan di lintasan.
Terkait target, Veda menegaskan bahwa ambisinya di Q1 sebenarnya jelas, yakni menembus Q2 dan membukukan waktu sebaik mungkin. Namun, hambatan yang dialami membuat rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Ia pun mengakui bahwa hasil ini bukanlah yang diinginkan tim maupun dirinya sendiri.
Balapan Moto3 Austria sendiri dijadwalkan bergulir pada Minggu (20/9) mulai pukul 16.00 WIB. Dengan start dari posisi 19, Veda dituntut tampil agresif sejak awal lomba jika ingin memperbaiki posisinya. Sirkuit Red Bull Ring dikenal sebagai trek yang menuntut kecepatan tinggi, sehingga peluang untuk menyalip cukup terbuka lebar.
Meski demikian, modal minimnya putaran latihan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap asal Yogyakarta itu. Ia perlu cepat beradaptasi dengan karakter lintasan dalam kondisi balapan yang biasanya lebih ketat. Dukungan tim Honda Team Asia tentu diharapkan mampu membantunya bangkit di putaran balapan nanti.



