Skip to content
amaran.id
  • Beranda
  • Berita
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Tentang Kami

Ancaman Abu Vulkanik Masih Mengintai Setelah Erupsi Berakhir

Posted on 8 September 2026 By admin@amaran.id Tak ada komentar pada Ancaman Abu Vulkanik Masih Mengintai Setelah Erupsi Berakhir
Berita

Lapisan partikel halus sisa letusan masih menempel di teras, halaman rumah, hingga badan kendaraan warga di sebagian besar Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat (6/9/2026). Situasi itu menjadi pengingat bahwa bahaya tidak serta-merta lenyap begitu aktivitas gunung berhenti. Para ahli mengingatkan risiko kesehatan justru bisa berlangsung lebih lama dari durasi erupsi itu sendiri.

Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, menegaskan bahwa kewaspadaan wajib tetap dijaga selama partikel debu masih berserakan di lingkungan. Material yang menumpuk di tanah, atap, maupun aspal jalan dapat kembali beterbangan akibat terjangan angin, gerakan kendaraan, atau aktivitas sapu-menyapu. Kondisi ini membuat masyarakat tetap terpapar meski sumber letusan sudah tenang.

Konsekuensi kesehatan dari paparan tersebut, menurut Sukamto, bisa berlanjut hingga hitungan pekan. Dia menyebut periode bahaya baru berakhir setelah seluruh abu benar-benar terbuang atau larut oleh air hujan. Hal ini disampaikannya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dokter yang juga berstatus dosen tetap di Divisi Alergi Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu memaparkan perbedaan mendasar antara abu vulkanik dan debu biasa. Partikel vulkanik memiliki sisi tajam, tekstur bersudut, mengandung silika, serta sebagian berukuran sangat kecil masuk kategori PM10 dan PM2.5. Ukuran sekecil itu memungkinkan partikel menembus jauh ke saluran napas bawah hingga kantung udara paru-paru.

Kelompok penderita penyakit kronis seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), bronkitis kronik, dan rinitis alergi disebut paling rentan. Penghirupan partikel tajam ini kerap memicu serangan mendadak atau memperparah kondisi yang sudah ada. Lebih jauh, iritasi pada lapisan mukosa saluran napas melemahkan pertahanan alami tubuh, sehingga peluang terkena infeksi saluran pernapasan akut ikut meningkat.

Sukamto menyoroti perlindungan yang kerap terabaikan bagi pasien paru kronik dan lanjut usia. Dia menyarankan status vaksinasi influenza dan pneumokokus pada kelompok itu untuk segera diperbarui sebagai langkah preventif tambahan. Selain sistem pernapasan, mata juga menjadi sasaran iritasi, mulai dari kemerahan, konjungtivitis, hingga lecet pada kornea akibat gesekan partikel keras. Keluhan pada kulit seperti gatal dan dermatitis bisa muncul, terutama jika abu bersifat asam atau bercampur keringat.

Ancaman lain datang dari makanan serta air minum yang tidak tertutup rapat dan tercemar abu, berpotensi mengganggu saluran pencernaan. Partikel PM2.5 yang sangat halus bahkan berdampak pada sistem kardiovaskular dan dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit jantung. Dia menekankan pasien asma dan PPOK memastikan obat pengontrol serta pelega selalu tersedia setiap bepergian.

Untuk perlindungan maksimal, Sukamto merekomendasikan masker tipe N95, KN95, atau FFP2. Efektivitas alat pelindung ini tidak hanya ditentukan bahan saringannya, tetapi juga kerapatan segel pada sisi hidung dan pipi tanpa celah. Kewaspadaan ini relevan mengingat sejumlah gunung api di Indonesia berstatus aktif dalam waktu berdekatan, termasuk Anak Krakatau, Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, dan Sinabung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui kanal media sosial resminya mengidentifikasi sebaran abu Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026 pukul 15.00 WIB. Arah persebaran partikel tersebut menuju wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, serta Bengkulu.

Navigasi pos

❮ Previous Post: Prabowo Perkuat Armada Bencana: Kapal Induk Italia hingga Perpanjangan Bantuan Pangan
Next Post: Silmy Karim Tempuh Jalur Hukum, Nilai Penyitaan KPK Keliru ❯

You may also like

Berita
Kurang Jaga Jarak Diduga Biang Tabrakan Trailer di Tol Wiyoto Wiyono
3 September 2026
Berita
Fortuna Sittard Tundukkan Willem II, Hubner dan Romeny Starter
19 September 2026
Berita
Evakuasi 14 Menit yang Menyelamatkan 916 Jiwa dari Amukan Banjir Nepal
1 September 2026
Berita
BSI Siapkan Skema KPR Ringan di Pameran Perumahan Danantara 2026
27 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Memoar Charles Spencer Ungkap Dampak Kehilangan Diana pada Harry
  • Harga Tiket Loop Tour Ed Sheeran Rontok, Refund Mulai Diminta
  • Robot Selam Dikerahkan untuk Menelusuri Isi KM Virgo
  • Conceicao dan Bremer Pecahkan Kebuntuan, Juventus Tundukkan Atalanta
  • Seraf Naro Siregar Buka Rekening Medali Indonesia di Asian Games 2026
  • Veda Ega Terhambat Masalah Teknis, Start Moto3 Austria dari Posisi 19
  • Fortuna Sittard Tundukkan Willem II, Hubner dan Romeny Starter
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Redaksi

Copyright © 2026 amaran.id.