Skip to content
amaran.id
  • Beranda
  • Berita
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Tentang Kami

Linguaskill Business Cambridge Ubah Cara Perusahaan Menilai Kompetensi Bahasa Inggris Karyawan

Posted on 2 Oktober 2026 By admin@amaran.id Tak ada komentar pada Linguaskill Business Cambridge Ubah Cara Perusahaan Menilai Kompetensi Bahasa Inggris Karyawan
Berita

Kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi salah satu syarat utama dalam dunia kerja yang semakin terhubung lintas negara. Banyak perusahaan beroperasi bersama tim, pasar, dan pelanggan dari berbagai belahan dunia, sehingga keterampilan komunikasi berbahasa Inggris tidak lagi bisa dianggap sebagai nilai tambah semata. Persoalannya, informasi yang disampaikan kandidat soal kemampuan bahasa Inggrisnya sering kali belum cukup untuk dijadikan landasan pengambilan keputusan. Perusahaan memerlukan hasil asesmen yang mampu memberikan gambaran lebih utuh mengenai kemampuan komunikasi calon tenaga kerja sekaligus kesesuaiannya dengan tuntutan jabatan.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Cambridge English menghadirkan Linguaskill Business, sebuah asesmen keahlian bahasa Inggris berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk dunia kerja. Asesmen ini dapat dilaksanakan secara daring dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Karena pengakuannya bersifat internasional, hasil asesmen tersebut bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rekrutmen, pengembangan karyawan, hingga perencanaan karier. Linguaskill Business lahir dari pengembangan Cambridge University Press & Assessment, salah satu unit yang berada di bawah naungan University of Cambridge.

Asesmen ini menggabungkan pengalaman panjang Cambridge dalam penyelenggaraan ujian bahasa Inggris dengan teknologi AI serta sistem adaptif berbasis komputer. Kombinasi tersebut menghasilkan penilaian yang akurat dan dapat diandalkan. Linguaskill Business mengukur kemampuan bahasa Inggris pada rentang level B1 hingga C2 sesuai Common European Framework of Reference (CEFR), standar internasional yang digunakan untuk menggambarkan tingkat penguasaan bahasa seseorang. Empat keterampilan yang diuji mencakup berbicara, menulis, membaca, dan menyimak.

Lewat format modular, perusahaan diberi kebebasan memilih keterampilan mana yang hendak diuji, disesuaikan dengan kebutuhan tiap posisi. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan meninggalkan penilaian yang subjektif, misalnya hanya menyebut “memiliki bahasa Inggris yang baik”, dan beralih ke tolok ukur yang lebih jelas serta hasil yang terukur. Karyawan yang berhadapan langsung dengan pelanggan, sebagai contoh, membutuhkan kemampuan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis yang lebih kuat dibandingkan karyawan yang komunikasinya lebih banyak dilakukan secara tertulis.

Karena tersedia secara daring dan dapat disesuaikan, asesmen ini bisa dilakukan kapan saja dan dari lokasi mana pun. Teknologi AI dan sistem adaptif berbasis komputer akan menyesuaikan tingkat kesulitan soal berdasarkan respons peserta, lalu hasilnya dipetakan ke dalam level CEFR. Peserta menerima sertifikat beserta hasil asesmen yang terperinci, sementara perusahaan dapat mengakses laporan kelompok untuk melihat hasil ujian berdasarkan kelompok peserta.

CEFR sendiri merupakan kerangka internasional yang menggambarkan tingkat penguasaan bahasa seseorang. Dengan standar tersebut, perusahaan memperoleh acuan yang lebih tegas dibandingkan sekadar memakai istilah semacam “bahasa Inggris yang baik” atau “bahasa Inggris tingkat menengah”. Perusahaan pun tak lagi harus bergantung pada wawancara saja, penilaian mandiri kandidat, atau metode asesmen yang berbeda-beda di tiap departemen.

Lewat Linguaskill Business, perusahaan bisa menetapkan standar bahasa Inggris yang selaras dengan bidang pekerjaannya sekaligus menilai kandidat maupun karyawan memakai acuan internasional yang sama. Hasil asesmen itu memberi landasan lebih kuat bagi tim pengelola SDM dan pemimpin bisnis ketika mengambil keputusan soal rekrutmen, pengembangan karyawan, dan perencanaan tenaga kerja. Bagi perusahaan yang memakai bahasa Inggris sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari, Linguaskill Business juga membantu memetakan kompetensi yang sudah dimiliki, menemukan kesenjangan keterampilan, serta menyusun program pengembangan yang lebih terarah dan dapat diterapkan dalam skala besar.

Navigasi pos

❮ Previous Post: Takraw Quadrant Putri Indonesia Kantongi Perunggu Asian Games 2026

You may also like

Berita
BSI Siapkan Skema KPR Ringan di Pameran Perumahan Danantara 2026
27 Agustus 2026
Berita
IHSG Ditutup Menguat 1,56 Persen, Sektor Barang Baku Jadi Motor Penggerak
23 September 2026
Berita
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 81 PMI Bermasalah dari Malaysia
12 September 2026
Berita
Empat Produk BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Tetap Stabil
7 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Linguaskill Business Cambridge Ubah Cara Perusahaan Menilai Kompetensi Bahasa Inggris Karyawan
  • Takraw Quadrant Putri Indonesia Kantongi Perunggu Asian Games 2026
  • ASDP Kejar Percepatan Dermaga Ketapang-Gilimanuk demi Libur Akhir 2026
  • Cabai Rawit dan BBM Non-Subsidi Jadi Pendorong Utama Inflasi September 2026
  • Brasil dan AS Bentuk Kelompok Kerja untuk Bahas Tarif Dagang
  • Suyudi Ario Seto Janjikan Pemberantasan Premanisme hingga Debt Collector
  • Honda Odyssey Paling Murah di China Kini Punya Layar 12,3 Inci
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Redaksi

Copyright © 2026 amaran.id.