Seorang pria berusia 30-an ditangkap polisi Korea Selatan setelah jasad seorang wanita lanjut usia ditemukan membeku di dalam lemari pendingin sebuah kafe di Paju. Penemuan itu terjadi pada Jumat (4/9), hanya beberapa jam setelah pihak keluarga melaporkan bahwa wanita tersebut hilang di Seoul. Lewat pelacakan sinyal ponsel korban, aparat berhasil melacak keberadaannya hingga ke kafe tersebut.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.00 waktu setempat, tergeletak di dekat pintu masuk sebuah ruang pendingin berukuran kurang lebih 30 meter persegi. Suhu di dalam ruangan itu dilaporkan sangat ekstrem, mencapai puluhan derajat Celsius di bawah titik beku. Kondisi tersebut membuat jasad wanita malang itu ditemukan dalam keadaan membeku.
Penangkapan terhadap pemilik kafe dilakukan tak lama setelah penemuan jasad. Pengadilan kemudian menerbitkan surat perintah penangkapan resmi bagi pria tersebut pada Minggu (6/9). Polisi menduga kuat bahwa tersangka membujuk korban untuk masuk ke dalam lemari pendingin sebelum akhirnya wanita itu ditemukan tewas.
Penyidik meyakini korban dan tersangka sebelumnya memiliki suatu hubungan. Keduanya disebut pertama kali bertemu di kafe itu pada Kamis (3/9). Saat itu, korban datang dengan maksud membahas penukaran sertifikat hadiah menjadi uang tunai. Tersangka diduga membawa korban ke ruang pendingin dengan dalih menyimpan sertifikat hadiah tersebut di tempat itu.
Dari hasil penggeledahan di dalam kafe, penyidik menemukan sejumlah sertifikat hadiah toko serba ada yang ternyata palsu. Total nilai nominal dari seluruh sertifikat tersebut ditaksir mencapai puluhan miliar won. Polisi masih mendalami apakah keberadaan sertifikat palsu itu berkaitan dengan pertemuan antara korban dan tersangka, sekaligus mendalami kemungkinan adanya kejahatan lain yang menyertainya.
Penyelidikan juga mengungkap bahwa tersangka diduga telah memerintahkan para karyawannya untuk tidak masuk kerja dan menutup kafe sejak Kamis (3/9). Penutupan itu terjadi sehari sebelum korban dilaporkan hilang oleh keluarganya. Langkah ini menjadi salah satu fokus pemeriksaan polisi untuk mengungkap rangkaian kejadian sebelum penemuan jasad.
Autopsi terhadap jasad korban dijadwalkan dilakukan guna memastikan penyebab kematiannya. Polisi ingin mengetahui secara pasti apakah korban dibunuh di dalam lemari pendingin lalu ditinggalkan begitu saja, atau apakah wanita tersebut masih hidup saat dikunci di dalam ruangan itu dan tewas akibat suhu ekstrem yang membekukan tubuhnya.



