Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memastikan Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena bukan bagian dari kader partainya. Penegasan itu muncul setelah Sirajudin terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan korupsi proyek pembangunan infrastruktur jalan.
Kepala Badan Pemenangan Pemilu PDIP Andreas Hugo Pareira mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan internal. Hasilnya, Ketua DPD Sulawesi Utara Oli Dondokambey memastikan Sirajudin tidak pernah berstatus anggota partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Andreas menjelaskan bahwa Sirajudin memang pernah diusung oleh PDIP bersama Partai Persatuan Pembangunan pada Pilkada 2024. Meski berhasil terpilih sebagai Bupati Bolaang Mongondow Utara, ia tidak pernah memiliki Kartu Tanda Anggota PDIP maupun terlibat dalam berbagai kegiatan partai.
“Beliau pernah diusung oleh PDI Perjuangan dan PPP dan terpilih untuk menjadi Bupati Bolang Mongondow Utara, tetapi tidak pernah mempunyai KTA PDI Perjuangan dan tidak pernah juga terlibat dalam kegiatan partai,” ujar Andreas saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).
Konsekuensi dari status non-kader itu, PDIP menegaskan tidak akan ikut campur tangan dalam perkara hukum yang menjerat Sirajudin. Partai juga tidak akan menyediakan bantuan hukum maupun menjatuhkan sanksi keanggotaan kepadanya.
Menurut Andreas, sanksi partai mustahil dijatuhkan lantaran Sirajudin tidak memiliki KTA dan tidak pernah aktif dalam kegiatan partai. Ia menambahkan bahwa PDIP sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada KPK.
Sirajudin kini resmi menjalani penahanan selama 20 hari pertama setelah diperiksa secara intensif pascaoperasi tangkap tangan. Pantauan di Gedung Merah Putih KPK menunjukkan ia telah mengenakan rompi oranye khas tahanan dengan tangan diborgol.
Ia dibawa menuju Rumah Tahanan Negara KPK pada pukul 15.58 WIB. Sebelum masuk ke mobil tahanan, Sirajudin menyampaikan permintaan maaf kepada warga Bolaang Mongondow Utara dan meminta doa agar dapat fokus menghadapi proses hukum.
KPK dijadwalkan menggelar konferensi pers pada sore ini untuk membeberkan kronologi lengkap operasi tangkap tangan serta konstruksi perkara dugaan korupsi proyek infrastruktur jalan tersebut.



