Skip to content
amaran.id
  • Beranda
  • Berita
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Tentang Kami

Teknik Mencuci Beras Fortifikasi agar Vitamin Tidak Hilang

Posted on 4 Oktober 2026 By admin@amaran.id Tak ada komentar pada Teknik Mencuci Beras Fortifikasi agar Vitamin Tidak Hilang
Berita

Beras fortifikasi memiliki kandungan gizi tambahan yang berbeda dari beras biasa. Proses pencucian yang salah justru bisa mengikis manfaat tersebut. Karena itu, konsumen perlu memahami cara mencuci yang benar sebelum memasaknya.

Penambahan vitamin dan mineral ke dalam beras dilakukan lewat sejumlah teknologi, antara lain dusting dan coating. Masing-masing teknologi punya daya tahan berbeda terhadap air. Metode dusting meletakkan campuran gizi di permukaan butiran, sehingga paling rentan larut saat dicuci.

Sebuah riset berjudul Rice Fortification by Parboiling in Limited-Water Soaking to Alleviate Mineral and Vitamin Deficiency (2020) mengungkap bahwa beras bisa menjadi sarana efektif untuk menyalurkan zat gizi mikro ke masyarakat luas. Namun, penelitian itu juga mencatat bahwa pada metode dusting, sekitar 20 hingga 100 persen zat gizi tambahan berpotensi hilang ketika proses pencucian dan pemasakan memakai air berlebihan.

Pakar Gizi Universitas Andalas, Syahrial, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, sejumlah mikronutrien dalam beras fortifikasi bisa berkurang saat dicuci. Vitamin B1, vitamin B12, dan asam folat disebut lebih mudah luruh dibandingkan mineral seperti zat besi dan zinc.

Syahrial menyarankan agar beras tidak diremas selama dicuci. Air cukup dituangkan ke wadah berisi beras, lalu butiran dibolak-balik dengan gerakan ringan sebelum air dibuang. “Cara mencuci beras fortifikasi dapat dilakukan hanya satu kali dengan gerakan perlahan,” ujarnya.

Beras tidak perlu digosok, diremas, maupun dibilas berkali-kali. Semakin sering bersentuhan dengan air, semakin besar kemungkinan vitamin yang ditambahkan ikut terbuang. Cukup satu kali pencucian dengan gerakan lembut untuk menjaga kandungan gizinya.

Kendati demikian, mencuci beras tetap diperlukan untuk membersihkan debu, kotoran, atau benda asing yang mungkin terbawa selama pengolahan dan penyimpanan. Air cucian yang tampak keruh pun bisa berasal dari lapisan pati yang menempel di permukaan butiran, bukan semata-mata kotoran.

Dengan memahami karakteristik beras fortifikasi, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi secara maksimal tanpa mengorbankan kebersihan bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Navigasi pos

❮ Previous Post: Mario Aji Gagal Finis di Moto2 Jepang, Izan Guevara Kuasai Balapan
Next Post: Honor X5ds Meluncur dengan Layar Sekunder dan Baterai Jumbo 6.000mAh ❯

You may also like

Berita
Joshua Baker Pilih Georgetown, Hong Kong Kehilangan Amunisi Muda
15 September 2026
Berita
Ekonomi Hijau Diproyeksi Serap 5,3 Juta Pekerja pada 2029
29 September 2026
Berita
Operasi SAR Selat Sunda Ditutup, ANTARA Berduka atas Hilangnya Bagus Khoirunas
18 September 2026
Berita
KPop Demon Hunters Bertahan di Top 10 Global Netflix Selama 64 Pekan
16 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Agnez Mo Buka Pertamina MotoGP Mandalika 2026, Raul Fernandez Rebut Pole Position
  • Rieke Dorong Perpres Tata Kelola Pemasyarakatan Terintegrasi Usai Soroti Kasus di Cibinong dan Depok
  • Indonesia Kirim 60 Ribu Personel dan 48 Pesawat Atasi Karhutla di Sumatra-Kalimantan
  • Gol Vinicius Dianulir, Kartu Merah Jadi Akhir Kisah Pahit di Bernabeu
  • Malaysia Naikkan Upah Minimum, UMKM Kecil Dapat Pengecualian
  • Gempa Kembar Guncang Panama, Presiden Nyatakan Bencana Besar
  • Verdonk Kembali ke Lille Usai Antar Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Redaksi

Copyright © 2026 amaran.id.