Gelombang transportasi otonom di Amerika Serikat memasuki babak baru. Produsen kendaraan listrik asal Amerika itu akhirnya mengumumkan layanan taksi robot mereka secara komersial. Langkah ini diambil hampir dua tahun setelah perusahaan memperkenalkan konsep kendaraan tanpa pengemudi tersebut kepada publik.
Aplikasi pemesanan khusus bernama Robotaxi kini sudah tersedia untuk diunduh. Layanan tersebut dapat diakses melalui perangkat iOS dan Android. Kawasan Texas menjadi pusat perhatian karena Austin ditetapkan sebagai kota pertama yang kebagian layanan secara penuh. Setelah fase awal ini, perusahaan berencana memperluas jangkauan ke Dallas, Houston, Miami, Orlando, dan Tampa.
Meski demikian, tidak semua pelanggan di Austin bisa langsung menikmati kemewahan menaiki Cybercab. Sistem aplikasi akan menentukan jenis kendaraan yang datang berdasarkan jumlah penumpang dalam satu rombongan serta ketersediaan unit di lapangan. Calon penumpang tidak memiliki opsi khusus untuk memilih Cybercab sebagai moda transportasi mereka saat ini. Konsekuensinya, mayoritas armada yang beroperasi masih didominasi Model Y. Dari total kendaraan yang terdaftar, hanya 45 unit yang merupakan Cybercab.
Perusahaan tidak merinci secara gamblang berapa banyak unit yang beroperasi penuh sebagai taksi komersial dan berapa yang dialokasikan untuk uji coba internal. Yang jelas, setiap Cybercab yang meluncur di jalanan Austin merupakan aset milik perusahaan. Namun, ada rencana di masa depan untuk menjual unit-unit tersebut kepada konsumen.
Desain Cybercab memang memancing rasa penasaran. Tidak ada setir atau tuas rem di dalam kabin. Mobil ini dibangun di atas fondasi otonomi penuh yang menghilangkan peran pengemudi manusia. Bagian interiornya menampilkan dua kursi bergaya bangku yang saling berhadapan dengan sebuah layar sentuh raksasa di bagian tengah dasbor. Ruang bagasi yang tersedia cukup luas untuk menampung koper, skuter lipat, hingga barang bawaan besar lain.
Sejak awal, visi Elon Musk untuk kendaraan ini memang ambisius. Ia membayangkan para pemilik masa depan yang tidak sekadar memiliki satu unit, tetapi mengelola beberapa Cybercab sekaligus sebagai armada pribadi yang menghasilkan pendapatan pasif lewat jaringan berbagi tumpangan. Ide tersebut masih menunggu realisasi karena mobil ini belum dijual untuk umum. Akan tetapi, pintu komunikasi sudah terbuka. Perusahaan mengaku menerima banyak pertanyaan dari berbagai pihak korporasi yang tertarik menjadi mitra dalam membangun infrastruktur serta jaringan operasional robotaxi.
Fakta bahwa layanan ini hadir di Austin bukan tanpa alasan. Kota tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi otonom di Amerika Serikat. Perusahaan tampaknya sengaja memilih lokasi yang memiliki regulasi ramah untuk melakukan pendaratan perdananya di industri angkutan umum tanpa awak.



