Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyerukan doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang belum ditemukan setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rombongan tersebut sebelumnya tengah menjalankan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hingga operasi pencarian hari keempat, keberadaan mereka masih misterius.
Farhan mengungkapkan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para pewarta dan kru kapal itu. Ia menyebut kelima jurnalis dan tiga awak telah lama dikenal sebagai sosok yang gigih meliput di lapangan. Dalam keterangannya di Bandung, Jumat, Farhan menegaskan bahwa pihaknya turut merasakan duka yang mendalam atas situasi tersebut.
Ia lantas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan doa agar para korban segera ditemukan dalam keadaan selamat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing. Farhan juga memohon agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, serta keimanan yang kokoh dalam menghadapi ujian ini. Harapan serupa disampaikannya agar seluruh proses pencarian berjalan lancar tanpa kendala.
Apresiasi tinggi diberikan Farhan kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) beserta seluruh unsur SAR gabungan yang tak henti memperluas area penyisiran. Menurutnya, keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lain membuktikan bahwa upaya pencarian dijalankan secara kolektif dan maksimal. Ia menilai sinergi lintas lembaga itu menjadi modal penting untuk menemukan para korban secepat mungkin.
Pada hari keempat operasi, Basarnas mengerahkan 13 kapal untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Armada tersebut disebar ke dalam empat sektor pencarian. Sebanyak 13 alutsista yang dikerahkan mencakup KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, serta KRI Lepu.
Pewarta foto ANTARA, Muhammad Bagus Khoirunas, tercatat ikut dalam peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat rekan lainnya. Keempatnya adalah Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Kelima pewarta foto tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) ketika dalam perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda.
Sampai kini, belum ada informasi resmi mengenai kondisi rombongan tersebut. Tim SAR gabungan terus menyisir perairan Selat Sunda dengan harapan menemukan tanda-tanda keberadaan mereka. Pemerintah Kota Bandung sendiri menyatakan akan terus memantau perkembangan operasi pencarian dan siap memberikan dukungan yang diperlukan.



