Momen penganugerahan industri properti tahun ini menjadi panggung bagi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, untuk menekankan pentingnya integritas dalam setiap proyek perumahan. Dalam ajang 20th Annual Indonesia Property & Bank Award (IPBA) yang digelar di Jakarta, pria yang akrab disapa Ara itu mengingatkan seluruh mitra kerja pemerintah agar tidak mengabaikan kualitas hunian demi keuntungan bisnis semata. Ia menegaskan, penjualan rumah tanpa kejelasan pembangunan hanya akan merugikan masyarakat kelas menengah ke bawah di kemudian hari.
Lebih lanjut, Ara menyampaikan bahwa seluruh proses pengerjaan harus berjalan dengan mekanisme check and balance di semua tahapan. Komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan pelaku usaha di daerah juga tetap berjalan, namun harus dibarengi dengan tanggung jawab menjaga amanah dari publik. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan negara merupakan modal utama yang tidak boleh disia-siakan oleh para pengembang.
Dalam kesempatan yang sama, Ara tidak hanya berbicara soal pengawasan. Ia juga menyerahkan sejumlah apresiasi berupa tiket umrah kepada tiga kategori penerima, yakni pengembang rumah subsidi dengan kinerja terbaik, marbot masjid, serta para jurnalis. Total ada 60 tiket umrah yang disalurkan dalam rangkaian acara penghargaan tersebut sebagai wujud terima kasih atas dedikasi mereka selama ini.
Penghargaan kepada pengembang rumah subsidi dinilai bukan sekadar seremoni tahunan. Ara berharap pengakuan ini mampu memicu peningkatan mutu pembangunan rumah subsidi di berbagai wilayah Indonesia. Lebih dari itu, ia ingin agar dukungan terhadap penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus tumbuh dan meluas.
Namun, ada satu poin penting yang ditekankan oleh Ara terkait hadiah umrah tersebut. Ia dengan tegas menyampaikan bahwa tiket umrah yang diterima oleh pengembang bukan untuk dinikmati pemilik usaha atau jajaran direksi secara pribadi. Ara memastikan apresiasi itu harus diserahkan kepada karyawan masing-masing pengembang, sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi nyata mereka di lapangan. Menurutnya, kerja keras para pekerja lapangan inilah yang menjadi penentu keberhasilan sebuah perusahaan properti dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ara menilai bahwa kinerja sebuah perusahaan tidak bisa dilepaskan dari peran seluruh tim. Mulai dari proses pembangunan di lokasi proyek hingga pelayanan administrasi kepada konsumen, semuanya melibatkan banyak pihak yang layak diapresiasi. Pesan ini sekaligus mengingatkan bahwa kesuksesan pengembang merupakan akumulasi kerja kolektif, bukan sekadar prestasi manajemen semata.
Komitmen untuk terus memberikan penghargaan kepada pekerja pengembang rumah subsidi pun akan berlanjut di tahun mendatang. Rencananya, hadiah serupa kembali diarahkan untuk diberikan kepada karyawan yang terlibat langsung dalam proyek rumah subsidi. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengakuan atas peran vital para pekerja dalam menyukseskan program perumahan nasional.
Melalui pemberian insentif berbentuk umrah ini, nilai yang ingin ditanamkan sejalan dengan semangat program prioritas pemerintah, yaitu memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau. Dengan demikian, apresiasi terhadap pekerja menjadi pintu masuk untuk memperkuat kualitas pelayanan publik di sektor perumahan. Ara berharap para pelaku usaha terus berinovasi dan menjunjung etika, sehingga kepercayaan publik terhadap program rumah subsidi semakin kokoh.



