Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang kian meningkat memaksa aparat dan pemerintah daerah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, bergerak cepat. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat telah mengerahkan personel gabungan dan mendirikan empat posko siaga sebagai pusat kendali penanganan darurat. Langkah ini diambil untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi jika sewaktu-waktu gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut itu meletus.
Kesiapsiagaan tersebut ditegaskan melalui apel siaga bencana yang digelar di Lapangan Bola Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, pada Selasa. Apel ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0205/Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Darurat Bencana. Seluruh elemen mulai dari TNI-Polri, perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan desa turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Robert menegaskan bahwa setiap unsur harus memahami secara detail tugas dan tanggung jawab masing-masing. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi di lapangan agar tidak terjadi tumpang tindih wewenang saat situasi kritis. Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya berlaku saat erupsi terjadi, melainkan harus dibangun sejak dini. Dengan begitu, setiap perkembangan aktivitas gunung api bisa direspons secara sigap dan tepat sasaran.
Adapun keempat posko yang disiapkan tersebar di sejumlah titik strategis. Pos Siaga Terpadu berlokasi di Kantor Koramil Kecamatan Simpang Empat, sementara Posko 1 ditempatkan di Desa Kuta Gugung. Dua posko lainnya masing-masing berada di Simpang Tiga Kicat dan Desa Payung. Posko-posko ini difungsikan tidak hanya untuk memantau perkembangan situasi, tetapi juga menjadi tempat koordinasi personel, pelayanan masyarakat, hingga jalur evakuasi apabila kondisi memaksa warga untuk mengungsi.
Pemerintah Kabupaten Karo melalui berbagai kanal resmi terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing kepanikan. Warga diminta untuk senantiasa mengikuti arahan dari pemerintah maupun instansi berwenang terkait perkembangan status gunung. Informasi terbaru mengenai aktivitas Sinabung akan disampaikan secara berkala melalui saluran resmi agar masyarakat memperoleh data yang akurat dan dapat dipercaya.
Langkah antisipasi ini menjadi penting mengingat sejarah erupsi Sinabung yang kerap memporak-porandakan permukiman di sekitarnya. Dengan kesiapan personel dan logistik yang matang, diharapkan dampak buruk dari potensi bencana alam ini dapat diminimalisir. Forkopimda Karo berkomitmen untuk terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak demi keselamatan warga.



