Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sore ini di posisi 6.374. Sepanjang sesi, indeks acuan bursa domestik tersebut melonjak 97,86 poin atau setara kenaikan 1,56 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Aktivitas transaksi tercatat cukup ramai. Nilai transaksi investor mencapai Rp12,89 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 36,79 miliar lembar. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 448 emiten berhasil menguat, 186 saham mengalami koreksi, dan 159 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Hampir seluruh sektor indeks menghijau pada penutupan kali ini. Sepuluh dari sebelas sektor tercatat menguat, dengan sektor barang baku memimpin penguatan setelah naik 3,44 persen. Satu-satunya sektor yang terpuruk adalah sektor kesehatan yang justru turun 0,54 persen.
Di sisi lain, mayoritas bursa saham kawasan Asia justru bergerak di zona merah. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong melemah 1,01 persen, disusul indeks Shanghai Composite di China yang turun 0,39 persen, serta indeks Straits Times di Singapura yang melemah tipis 0,07 persen. Berbeda arah, indeks Nikkei 225 di Jepang justru menguat 1,38 persen.
Bursa saham Eropa juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks DAX di Jerman tercatat melemah 0,32 persen, sementara indeks FTSE 100 di Inggris berhasil naik 0,18 persen.
Senada dengan Eropa, bursa Amerika Serikat turut bergerak bervariasi. Indeks NASDAQ Composite menguat 0,45 persen, namun indeks Dow Jones justru terkoreksi 0,36 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 terpantau stagnan di posisi yang sama seperti sebelumnya.
Penguatan IHSG hari ini menjadi sinyal positif di tengah tekanan yang masih membayangi sejumlah bursa regional. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika global yang masih fluktuatif, terutama pergerakan bursa Asia dan Amerika yang bergerak tidak seragam.



