Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa sore di zona merah dengan penurunan 26,16 poin atau 0,43 persen, sehingga bertengger di level 6.121,70. Pergerakan ini sejalan dengan bursa saham Asia yang kompak melemah. Indeks LQ45 yang menghimpun 45 saham unggulan juga ikut terpuruk, turun 3,65 poin atau 0,60 persen ke posisi 608,16.
Sebelumnya, IHSG dibuka melemah 10,63 poin atau 0,17 persen ke 6.185,80 pada Senin pagi, dibandingkan penutupan Jumat di level 6.196,43. Sempat menyentuh titik 6.013, tekanan jual kemudian mereda seiring naiknya volume pembelian. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan indeks akan bergerak konsolidasi di rentang 6.050-6.200 pada perdagangan Rabu (30/9). “Setelah sempat menyentuh level 6.013, pelemahan IHSG berkurang dengan diikuti meningkatnya volume beli,” ujarnya dalam kajian di Jakarta.
Sentimen dari luar negeri menjadi pemicu utama aksi jual. Kekhawatiran terhadap inflasi yang didorong mahalnya harga energi, ditambah kecemasan atas besarnya utang korporasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), serta sinyal kenaikan suku bunga lanjutan dari The Fed, memicu penjualan besar-besaran obligasi pemerintah Amerika Serikat. Investor sepanjang pekan ini akan menantikan sejumlah data penting AS, terutama indeks Price Consumer Index (PCE) yang dirilis Rabu (30/9) sebagai indikator inflasi acuan The Fed.
Dari domestik, DPR resmi mengesahkan RUU APBN 2027 menjadi APBN pada Selasa (29/9). Defisit fiskal dipertahankan sesuai usulan awal nota keuangan, yakni Rp671,16 triliun atau setara 2,4 persen dari PDB. Pendapatan negara disepakati naik menjadi Rp3.435,10 triliun dari usulan semula Rp3.426,03 triliun, sedangkan target belanja negara berubah menjadi Rp4.106,26 triliun dari sebelumnya Rp4.097,19 triliun.
Pada sesi kedua, IHSG tak mampu keluar dari zona merah hingga penutupan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami pelemahan. Sektor teknologi memimpin penurunan dengan minus 3,19 persen, disusul sektor properti dan energi yang masing-masing turun 1,24 persen dan 1,10 persen.
Saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain SEMA, IFSH, SOSS, BSWD, dan ALDO. Sementara itu, saham dengan pelemahan terdalam yakni DSFI, RISE, MBTO, SAFE, dan AKKU. Frekuensi perdagangan tercatat 1,78 juta kali transaksi dengan volume 36,07 miliar lembar saham senilai Rp13,13 triliun. Sebanyak 315 saham naik, 391 saham turun, dan 257 saham stagnan.
Bursa regional Asia sore ini juga tertekan. Indeks Nikkei melemah 0,47 persen ke 65.571,00, Hang Seng turun 0,48 persen ke 24.523,53, Kospi melemah 0,27 persen ke 6.870,81, Kuala Lumpur terkoreksi 1,49 persen ke 1.645,18, dan Straits Times turun 0,23 persen ke 5.715,81.



