Persib Bandung menyimpan sejarah pahit saat berjumpa wakil Korea Selatan di kompetisi antarklub Asia. Tiga dekade lebih silam, Maung Bandung harus mengakui keunggulan Ilhwa Chunma, klub yang diperkuat sosok yang belakangan akrab di telinga publik sepak bola Indonesia: Shin Tae Yong.
Kisah itu terjadi 31 tahun lalu, ketika Persib tampil sebagai juara Liga Indonesia dan mewakili Indonesia di Asian Club Championship, cikal bakal Liga Champions Asia. Perjalanan mereka dimulai dengan melewati Bangkok Bank dari Thailand dan Pasay dari Filipina pada dua babak awal. Di bawah arahan Indra Thohir, Persib melangkah ke perempat final yang kala itu tidak memakai format gugur, melainkan digelar dalam bentuk grup.
Babak delapan besar tersebut mempertemukan Persib dengan tiga klub tangguh: Verdy Kawasaki dari Jepang, Thai Farmers dari Thailand, dan Ilhwa Chunma dari Korea Selatan. Seluruh pertandingan digelar di Bandung sesuai format kandang tunggal. Wakil Jepang, Thailand, dan Korea Selatan itu harus bertarung satu kali melawan tuan rumah.
Laga pembuka berjalan buruk bagi Persib. Mereka kalah 2-3 dari Verdy Kawasaki. Kekalahan kedua datang saat Thai Farmers menaklukkan tuan rumah dengan skor 1-2. Pada pertandingan pamungkas, Persib kembali menelan kekalahan, kali ini 2-5 dari Ilhwa Chunma.
Dua gol Persib ke gawang wakil Korea Selatan disumbangkan Yudi Guntara dan Asep Kustiana. Adapun Ilhwa Chunma mencetak lima gol melalui Han Jung Kook, Shin Tae Yong, Ljubisa Rankovic, dan Hwang Yeon Seok. Salah satu nama itu, Shin Tae Yong, kelak menangani Timnas Indonesia dan kini dipercaya membesut Persija Jakarta.
Kekalahan tiga kali berturut-turut membuat Persib terpuruk di dasar klasemen dan gagal melaju ke semifinal. Sementara Ilhwa Chunma yang diperkuat Shin melanjutkan langkahnya hingga menjadi juara. Shin Tae Yong kala itu berperan sebagai pemain yang ikut membobol gawang tuan rumah.
Pengalaman itu menjadi catatan kelam tersendiri bagi Persib. Sejarah pertemuan dengan klub Negeri Ginseng selalu menyisakan cerita pahit, dan kini mereka bersiap mengulang duel serupa di panggung yang berbeda.
Persib akan memulai kiprahnya di AFC Champions League 2 atau kompetisi antarklub level kedua Asia dengan menghadapi FC Seoul. Di Grup E ACL2 2026/2027, selain FC Seoul, Persib juga harus bersaing dengan Melbourne Victory dari Australia dan The Cong Viettel dari Vietnam.
Perjuangan Persib di ACL2 menjadi momen pembuktian apakah sejarah pahit melawan klub Korea Selatan bisa diubah, atau justru terulang kembali seperti 31 tahun silam.



