Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terus meluas. Gelombang abu vulkanik yang terbawa angin telah melumpuhkan operasional penerbangan di delapan bandara sekaligus memaksa pemerintah daerah di dua provinsi menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi pelajar.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Rita Susilawati, menyatakan aktivitas erupsi gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu masih berlangsung hingga Sabtu pagi. Pihaknya terus memantau dan mendengar suara letusan yang masih terjadi. Gelombang suara dentuman yang dirasakan warga di sejumlah titik Jawa Barat pada periode 4-5 September pun diyakini berasal dari letusan ini, sebuah fenomena yang serupa dengan erupsi Gunung Kelud di Jawa Timur pada 2014 silam yang suaranya menjangkau Yogyakarta dan kawasan Jawa Tengah lainnya. Sebelumnya, pada April 2020, letusan gunung ini juga sempat terdengar hingga area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Hingga Minggu pagi, warga DKI Jakarta dan Jawa Barat masih merasakan hujan abu tipis. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu terbagi dalam dua klaster. Klaster pertama membawa abu menuju arah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan ketinggian mencapai 20 ribu kaki. Sementara itu, klaster kedua terpantau hingga ketinggian 50.000 kaki mengarah ke barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, selatan Selat Sunda, dan Samudra Hindia.
Akibat sebaran abu yang mengganggu jarak pandang dan keselamatan penerbangan, delapan bandara terpaksa menghentikan operasinya. Penutupan yang awalnya bersifat sementara itu kemudian diperpanjang sejak tengah malam hingga Senin pagi. Bandara yang terdampak meliputi Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Radin Inten II di Lampung, Husein Sastranegara di Bandung, Budiarto Curug, Taufik Kiemas di Sumatera Selatan, serta Atung Bungsu. Untuk memastikan kelancaran mobilitas udara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah menyiapkan tiga bandara alternatif, yaitu Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya untuk menampung alihan rute pesawat.
Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai diberlakukan di Jakarta pada Senin. Instruksi dari Dinas Pendidikan tersebut berlaku untuk seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, hingga SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau warganya untuk tetap tenang dan waspada mengingat status gunung masih berada di Level III atau Siaga.
Langkah serupa juga diambil Pemerintah Kota dan Kabupaten Tangerang. Awalnya, sempat diterbitkan edaran untuk tetap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka, namun akhirnya kebijakan tersebut dibatalkan dan dialihkan menjadi PJJ mulai hari yang sama. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menjelaskan bahwa pengalihan ini merupakan langkah antisipasi untuk mengutamakan keselamatan peserta didik dari paparan abu vulkanik. Untuk tahap awal, PJJ akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, dengan proses belajar mengajar tetap berjalan menggunakan metode dari rumah sesuai kesiapan masing-masing sekolah.



