Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich kembali memicu kontroversi dengan menyerukan agar Tepi Barat diperlakukan sama seperti Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, yang dikutip sejumlah media internasional.
Smotrich menegaskan bahwa Tel Aviv semestinya menerapkan tindakan serupa di Tepi Barat seperti yang telah dilakukan di Gaza. Ia juga mengulang seruannya agar Otoritas Palestina dibubarkan. Otoritas Palestina sendiri merupakan pemerintahan resmi Palestina yang hanya memiliki kendali terbatas atas sebagian wilayah Tepi Barat.
Seruan tersebut muncul di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan Israel terhadap pergerakan warga Palestina di Tepi Barat. Pos pemeriksaan dan sejumlah jalan ditutup, sehingga sejumlah komunitas Palestina terisolasi. Kondisi ini membuat warga sulit bekerja dan mengakses layanan penting.
Situasi di Tepi Barat memang memanas sejak Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza pada Oktober 2023. Tentara Israel dan pasukan pendudukan meningkatkan serangan di wilayah itu, dengan lebih dari 1.206 orang tewas. Serangan tersebut mencakup penghancuran rumah, pembakaran mobil, perataan lahan pertanian, penggusuran, hingga perluasan permukiman ilegal.
Sementara itu, agresi Israel di Gaza telah menewaskan hampir 74 ribu orang. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah Gaza juga dilaporkan hancur akibat serangan tersebut.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, tentara Israel masih terus melakukan serangan ke Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 1.400 warga Palestina tewas dan sekitar 5.000 lainnya mengalami luka-luka setelah gencatan senjata diberlakukan.
Pernyataan Smotrich ini menambah panjang daftar kontroversi yang ia lontarkan selama konflik berlangsung. Sebelumnya, ia juga dikenal kerap mendorong kebijakan keras terhadap Palestina, termasuk mendukung perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat.



