Seorang perempuan berusia 51 tahun di Desa Voznesenka menjadi korban teranyar dalam rentetan serangan beruang yang mengguncang Siberia sepanjang September 2026. Peristiwa nahas itu terjadi ketika ia berupaya menghalau seekor beruang yang hendak menerobos kandang ternak di belakang rumahnya. Menurut laporan kantor berita TASS, hewan buas tersebut langsung menyerang korban hingga tewas, sebelum akhirnya ditembak mati oleh tetangga korban.
Tragedi tersebut melengkapi daftar panjang korban jiwa yang tercatat bulan ini. Di antara mereka terdapat seorang penebang kayu, pelatih hoki es bernama Alexander Kuzmenko, serta sejumlah warga yang sedang mencari jamur dan tanaman liar di kawasan hutan. Total sudah tujuh nyawa melayang akibat serangan beruang di wilayah Siberia dalam kurun satu bulan terakhir.
Menanggapi eskalasi tersebut, tim penyidik independen mengumumkan pembukaan penyelidikan pidana terhadap Kementerian Lingkungan Hidup lokal. Lembaga itu dituding lalai sehingga menyebabkan hilangnya nyawa warga. Otoritas dinilai gagal menekan lonjakan populasi beruang liar dan mengabaikan lebih dari 120 laporan warga terkait masuknya predator tersebut ke permukiman penduduk yang tersebar di 15 distrik.
Data Kementerian Lingkungan Hidup memperlihatkan populasi beruang cokelat di Krasnoyarsk telah bertambah 2,5 kali lipat, kini menembus angka lebih dari 26 ribu ekor. Pemanasan iklim yang membuat musim dingin kian pendek dan hangat turut mendorong pertumbuhan total populasi beruang di Rusia hingga melampaui 308 ribu ekor. Para ahli menambahkan, kelalaian manusia seperti membuang sisa makanan sembarangan dan mengabaikan protokol keselamatan juga menjadi pemicu beruang mendekati permukiman.
Tim penyidik mengingatkan betapa kecilnya peluang seseorang bertahan hidup bila berpapasan dengan predator besar di dalam hutan. Pernyataan resmi mereka yang dikutip Irish News menegaskan bahwa menghadapi hewan buas semacam itu praktis nyaris tanpa harapan untuk selamat.
Pihak berwenang pun mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat untuk sementara menunda segala aktivitas luar ruang di kawasan hutan, termasuk tradisi memetik jamur dan beri yang selama ini menjadi kebiasaan warga setempat.
Meski demikian, Kementerian Lingkungan Hidup Rusia berupaya menenangkan kecemasan publik. Mereka menyatakan rata-rata serangan beruang di seluruh negeri masih berkisar 20 hingga 30 kasus per tahun. Kesan seolah serangan tengah marak, menurut kementerian, lebih disebabkan oleh cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial ketimbang lonjakan nyata insiden di lapangan.



