Keputusan hukum yang dinanti akhirnya jatuh di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York. Majelis hakim yang dipimpin Lewis J. Liman memangkas drastis permintaan kompensasi yang diajukan Blake Lively dalam sengketa hukumnya melawan Justin Baldoni. Bintang film “It Ends With Us” itu hanya berhak menerima US$407.451,75 atau setara lebih dari Rp7,2 miliar, sebuah angka yang jauh dari ambisi awalnya yang mencapai US$8 juta.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari penggantian biaya pengacara sebesar US$363.245 dan biaya tambahan litigasi senilai US$44.206,35. Dalam pertimbangannya, Hakim Liman secara tegas menolak permohonan Lively yang dinilainya sebagai “tuntutan yang sangat tidak masuk akal”. Vonis ini menjadi pukulan telak bagi aktris yang juga dikenal sebagai perancang busana tersebut, karena ia hanya memperoleh lima persen dari total gugatan yang diajukannya.
Tim kuasa hukum Lively, Esra Hudson dan Michael Gottlieb, bukannya menunjukkan kekecewaan. Mereka justru menyoroti aspek lain dari putusan ini, terutama terkait gugatan balasan yang diajukan Baldoni dan perusahaannya, Wayfarer Studios, yang bernilai fantastis, yakni US$400 juta. Menurut kedua pengacara tersebut, gugatan balasan itu telah dinyatakan kalah di dua pengadilan berbeda dan dirancang untuk membungkam kritik publik terhadap klien mereka. Mereka menilai penetapan pembayaran biaya hukum berdasarkan undang-undang California ini sebagai tonggak bersejarah yang menunjukkan adanya konsekuensi nyata bagi pihak yang mengajukan gugatan balasan.
Lebih lanjut, tim hukum Lively menegaskan bahwa kasus ini tidak pernah berfokus pada nominal uang, melainkan pada prinsip pertanggungjawaban. Mereka mengklaim gugatan kliennya berhasil membongkar praktik kampanye hitam daring rahasia yang banyak menargetkan perempuan. Keberanian Lively disebut telah membuka jalan bagi korban lain untuk bersuara dan mengungkap praktik serupa di industri hiburan.
Di sisi berlawanan, Bryan Freedman, pengacara Baldoni, menanggapi putusan ini dengan nada kemenangan. Ia menilai keputusan Hakim Liman sejalan dengan argumen yang selama ini dibawa kliennya. Freedman menekankan bahwa hakim hanya mengabulkan sebagian kecil dari permintaan Lively, sebuah pesan tegas bahwa pengadilan bukan tempat untuk memanfaatkan hukum demi keuntungan pribadi.
Akar perseteruan ini berawal dari pengajuan dokumen pengadilan pada Juli 2026. Saat itu, Lively menuntut Baldoni membayar biaya pengacara sebesar US$7.495.526,87 dan biaya litigasi lainnya mencapai US$539.514,01. Total tagihan tersebut diajukan terkait perselisihan sengit antara keduanya yang juga melibatkan perusahaan produksi milik Baldoni. Namun, pihak Baldoni menilai pengajuan tersebut “berlebihan” dan “sama sekali bukan pengajuan biaya hukum yang lazim” karena totalnya melebihi US$8 juta. Kini, setelah melalui proses panjang, pengadilan akhirnya memutuskan angka yang jauh lebih kecil dari yang diminta Lively.



