Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, memastikan diri melaju ke babak perempat final Denmark Open 2026. Ia menyingkirkan seniornya, Jonatan Christie, pada laga babak 16 besar yang digelar Kamis (15/10) waktu setempat di Odense. Kemenangan ini terasa istimewa karena Alwi sebelumnya selalu menelan kekalahan dalam dua pertemuan melawan Jonatan.
Pada dua pertemuan terdahulu, Alwi sebenarnya mampu merebut gim pertama, namun kemudian takluk di dua gim berikutnya. Kali ini hasilnya jauh berbeda. Alwi tampil dominan dan menutup pertandingan hanya dalam dua gim langsung dengan skor telak 21-14 dan 21-9. Penampilan meyakinkan tersebut sekaligus mengantarkannya ke babak delapan besar.
Alwi mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan mengendalikan diri. Menurutnya, menghadapi Jonatan bukan perkara mudah, tetapi dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya, ia kali ini lebih bisa menahan nafsu dan emosi. Hal itu dinilainya sebagai faktor yang membuat permainannya jauh lebih baik. Alwi juga menyatakan selalu senang dan merasa terhormat bisa berhadapan lagi dengan Jonatan karena menganggap seniornya itu sebagai idola.
“Tentu tidak mudah lawan koh Jonatan tapi dibanding pertemuan sebelumnya hari ini saya bisa lebih mengendalikan nafsu dan emosi saya,” ujar Alwi, seperti dikutip dari rilis PBSI.
Jalan Alwi di turnamen ini memang tidak mudah. Setelah melewati hadangan Jonatan, ia sudah ditunggu wakil tuan rumah, Anders Antonsen, yang menempati posisi unggulan kelima. Menghadapi Antonsen, Alwi menyadari bahwa ia akan bermain di depan pendukung tuan rumah yang tentu akan memberikan tekanan tersendiri.
Alwi mengaku sudah menyiapkan segala sesuatunya, terutama aspek non-teknis seperti kesiapan menghadapi atmosfer pertandingan. Ia memilih menikmati situasi tersebut karena menganggapnya sebagai bagian dari permainan. Alwi juga mengaku antusias dan tidak sabar menyambut laga perempat final melawan Antonsen.
Dari delapan pemain yang berhasil menembus perempat final, Alwi menjadi salah satu dari tiga pemain non unggulan. Dua pemain non unggulan lainnya adalah Yudai Okimoto dari Jepang dan Rasmus Gemke dari Denmark. Sementara itu, lima pemain lainnya merupakan pemain yang masuk dalam daftar unggulan, yakni Victor Lai (8), Chou Tien Chen (3), Alex Lanier (7), Anders Antonsen (5), dan Christo Popov (2).



