Dua eksekusi penalti pada babak pertama ditambah satu tendangan bebas selepas jeda memastikan Bournemouth mengalahkan AC Milan dengan skor 3-0 dalam laga matchday ketiga Liga Europa 2026/27 di Vitality Stadium, Jumat dini hari WIB. Seluruh gol tuan rumah lahir dari situasi bola mati, sebuah pola yang tampaknya menjadi senjata ampuh pasukan Bournemouth malam itu.
Kemenangan ini menempatkan Bournemouth di urutan ketiga klasemen sementara fase liga dengan raihan sembilan poin. Di sisi lain, AC Milan harus puas terpuruk di posisi ke-24 dengan koleksi tiga poin saja, seperti tercatat di laman resmi UEFA.
Keunggulan Bournemouth dibuka pada menit ke-8 lewat titik putih. Wasit menunjuk penalti setelah bek Milan, Koni De Winter, terbukti menyentuh bola dengan tangan saat mencoba menghentikan sundulan Evanilson. Justin Kluivert yang dipercaya sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan, menaklukkan kiper Mike Maignan dan membawa tuan rumah memimpin 1-0.
Petaka bagi Milan datang pada menit ke-27. Maignan harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah wasit mengganjarnya kartu merah akibat menampar wajah Tyler Adams di area gawang. Hukuman itu sekaligus memberi Bournemouth penalti kedua. Marcus Tavernier tampil tenang sebagai penendang, memperdaya kiper pengganti Milan dan menggandakan skor menjadi 2-0. Keunggulan tersebut bertahan sampai turun minum.
Selepas jeda, Bournemouth masih memegang kendali permainan dan terus mencari celah untuk menambah gol. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-83. Amine Adli melepaskan tendangan bebas langsung yang tidak mampu dihalau kiper Milan, memastikan skor akhir 3-0 untuk kemenangan tuan rumah.
“Seluruh gol kami tercipta dari bola mati,” ujar pelatih Bournemouth usai laga, menegaskan efektivitas taktik timnya dalam memanfaatkan situasi tersebut.
Susunan pemain yang diturunkan kedua kesebelasan malam itu:
Kubu Bournemouth memakai formasi 4-4-2 dengan Michele Di Gregorio di bawah mistar, dikawal James Hill, Bafode Diakite, Antonio Silva, dan Adrien Truffert. Lini tengah dihuni Marcus Tavernier, Ryan Christie, Tyler Adams, serta Ben Doak, sementara duet Evanilson dan Justin Kluivert menjadi ujung tombak.
AC Milan memilih skema 3-4-3. Mike Maignan berdiri di gawang, didukung Strahinja Pavlovic, Koni De Winter, dan Fikayo Tomori di lini belakang. Pervis Estupinan, Yunus Musah, Ruben Loftus-Cheek, dan Diego Moreira mengisi sektor tengah, dengan Alphadjo Cisse, Ardon Jashari, serta Omari Hutchinson beroperasi di depan.



