Bintang basket LeBron James menyentil Donald Trump setelah mantan presiden Amerika Serikat itu mengkritiknya karena tidak berdiri khidmat ketika lagu kebangsaan “The Star-Spangled Banner” diperdengarkan sebelum pertandingan antara New York Knicks dan Philadelphia 76ers. Pada laga tersebut, James yang kini memperkuat Sixers terlihat melompat dan bergerak-gerak sementara sebagian besar rekan setimnya berdiri diam.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menuduh pemain berusia 41 tahun itu tidak menghormati Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa LeBron seharusnya meminta maaf kepada seluruh pejuang dan pahlawan Amerika yang telah gugur demi bendera, serta kepada semua yang diperjuangkan negara tersebut. Trump juga menyatakan sudah sejak awal menilai peraih tiga medali emas Olimpiade itu bukan sosok yang baik.
Menanggapi serangan tersebut, James memilih merespons dengan sindiran. Ia menilai Trump terlalu membesar-besarkan persoalan kecil. “Sepertinya hari ini sepi berita di kantor,” ucap LeBron, seperti dikutip dari CNN Indonesia.
Pelatih Sixers Nick Nurse turut menanggapi komentar Trump. Ia menganggap kritik tersebut tidak lebih dari gangguan dari luar yang memang kerap menerpa timnya. Menurut Nurse, hal yang benar-benar ia pedulikan adalah latihan, membawa para pemain menonton rekaman video, dan membawa mereka ke pertandingan. Pernyataan itu ia sampaikan kepada ESPN.
Ketegangan antara James dan Trump bukan hal baru. Keduanya telah saling melontarkan kritik selama bertahun-tahun, bahkan tak jarang saling menyerang di depan publik. James juga pernah secara terbuka menunjukkan sikap resistensinya terhadap Trump. Lewat sebuah cuitan di Twitter, ia pernah menyebut Trump sebagai orang yang tidak berguna.
Perseteruan ini menjadi babak anyar dalam hubungan panjang keduanya. Sebelumnya, James memang dikenal vokal menyuarakan pandangan politiknya, termasuk ketika ia menolak mengunjungi Gedung Putih bersama tim juara NBA pada masa pemerintahan Trump. Sikap tersebut membuatnya sering menjadi sasaran kritik dari pihak lawan politik.
Di sisi lain, insiden sebelum laga Knicks kontra Sixers itu memantik perdebatan soal etika atlet terhadap simbol negara. Sebagian pihak menilai sikap James sebagai bentuk ekspresi diri, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap tradisi.
Hingga kini, James belum memberikan pernyataan resmi yang lebih panjang terkait kritik Trump. Namun sindiran singkatnya sudah cukup menunjukkan bahwa ia tidak berniat menanggapi serangan tersebut secara serius. Fokusnya tetap pada performa di lapangan bersama Sixers.



