Komisi Organisasi Muktamar NU Rampungkan Bahasan AD/ART dan Mekanisme Pemilihan

admin@amaran.id - Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang Komisi Organisasi dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah menginventarisasi berbagai usulan materi strategis. Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta metode pemilihan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Proses pembahasan ini dilakukan secara tertutup demi memberikan keleluasaan bagi para muktamirin untuk bermusyawarah.

Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU, Muhammad Nuh, menyatakan bahwa forum tertutup ini menjadi mekanisme internal untuk menjaga fokus musyawarah. Dengan begitu, rumusan yang dihasilkan nantinya benar-benar merupakan kesepakatan bersama peserta. Pihak luar tidak diperkenankan mengikuti jalannya sidang hingga proses pembahasan materi dinyatakan selesai.

Terkait keterbukaan informasi, Muhammad Nuh menjelaskan bahwa publik dapat menikmati hasil keputusan setelah seluruh rangkaian pembahasan tuntas. Ia menegaskan bahwa hasil akhir dari komisi tersebut akan disampaikan secara resmi. Selain Komisi Organisasi, dua komisi lain yang juga menggelar sidang tertutup adalah Komisi Program dan Komisi Rekomendasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh materi yang dibahas dalam Komisi Organisasi telah melalui tahap inventarisasi oleh SC. Sebelum dibawa ke forum muktamar, berbagai persoalan keorganisasian yang berpotensi memicu perbedaan pendapat telah terlebih dahulu dibahas dalam rangkaian pra-muktamar. Langkah ini dinilai penting untuk memperkecil jurang perbedaan sekaligus memperdalam kualitas materi yang akan dimusyawarahkan.

Lebih lanjut, Muhammad Nuh menuturkan bahwa muktamar merupakan wahana untuk menyatukan perbedaan yang ada. Ia berharap proses pra-muktamar yang telah dilakukan mampu meminimalisir potensi perdebatan yang berkepanjangan. Dengan demikian, sidang komisi dapat berjalan efektif dan efisien tanpa mengurangi esensi musyawarah.

Muktamar Ke-35 NU kali ini menghadirkan enam komisi yang bersidang secara paralel. Komisi-komisi tersebut meliputi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyyah, Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyyah, Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyyah, Komisi Organisasi, Komisi Program, serta Komisi Rekomendasi. Setiap komisi memiliki tugas spesifik sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Seluruh hasil pembahasan dari masing-masing komisi akan dibawa ke sidang pleno untuk mendapatkan pengesahan. Proses ini menjadi tahap akhir sebelum keputusan resmi ditetapkan. Dengan demikian, setiap rumusan yang dihasilkan memiliki kekuatan hukum yang mengikat dalam organisasi.

Muhammad Nuh mengungkapkan bahwa pembahasan materi keorganisasian telah dirancang sedemikian rupa sejak dini. Harapannya, ketika tiba di forum muktamar, para peserta tinggal mematangkan dan menyempurnakan rumusan yang telah disiapkan. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga kondusivitas jalannya muktamar.

Ia juga menegaskan bahwa forum tertutup bukan berarti menghalangi akses informasi publik. Justru, langkah ini diambil untuk menjamin kualitas hasil musyawarah yang lebih matang dan fokus. Setelah seluruh proses selesai, hasil akhirnya akan diumumkan secara transparan kepada seluruh elemen warga NU dan masyarakat luas.

Follow WhatsApp Channel amaran.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MKMK Tolak Aduan Etik terhadap Sembilan Hakim MK soal Perkara Ijazah Gibran
Mawar de Jongh Tekankan Pentingnya Proses Belajar bagi Perempuan Muda
Arsenal Tundukkan Slavia, Como Hancurkan Lens Sembilan Gol
Menalo dan Sekulic Bawa Persib Balikkan Keadaan, Tiket 16 Besar Diamankan
Kesempatan Magang Nasional Ditutup Hari Ini, Pelamar Masih Bisa Akses MagangHub
Kolesterol Tinggi Sering Tak Bergejala, Kenali Empat Tanda yang Muncul
Kejaksaan Agung Soroti Risiko Penyalahgunaan Perampasan Aset Tanpa Putusan Pidana
Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Bea Cukai, KPK Siap Hadirkan Jika Diminta Hakim
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:01 WIB

MKMK Tolak Aduan Etik terhadap Sembilan Hakim MK soal Perkara Ijazah Gibran

Kamis, 5 November 2026 - 04:00 WIB

Mawar de Jongh Tekankan Pentingnya Proses Belajar bagi Perempuan Muda

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WIB

Arsenal Tundukkan Slavia, Como Hancurkan Lens Sembilan Gol

Rabu, 4 November 2026 - 10:01 WIB

Menalo dan Sekulic Bawa Persib Balikkan Keadaan, Tiket 16 Besar Diamankan

Rabu, 4 November 2026 - 07:01 WIB

Kesempatan Magang Nasional Ditutup Hari Ini, Pelamar Masih Bisa Akses MagangHub

Berita Terbaru