Petugas pemadam kebakaran mulai mengendalikan situasi di lokasi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, mengonfirmasi pada Minggu bahwa titik-titik api yang sempat membesar kini mulai meredup.
Sejumlah alat berat diturunkan untuk merobohkan tumpukan sampah yang masih berpotensi menyimpan bara. Operasi pemadaman lanjutan difokuskan pada area yang masih mengeluarkan kepulan asap. Maruli menjelaskan ekskavator akan mendorong material sampah agar petugas dapat menyiram bagian terdalam yang masih terbakar.
Berdasarkan hasil pendataan awal, lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 2.500 meter persegi. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti munculnya api. Dugaan sementara belum dapat dipastikan karena keterbatasan akses informasi dari warga sekitar saat kejadian berlangsung.
Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui warga yang baru pulang dari mengambil rumput untuk pakan ternak pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Warga yang melihat kepulan api segera melapor ke Polsek Waringinkurung agar dilakukan upaya pemadaman. Petugas yang tiba di lokasi langsung berupaya menjinakkan si jago merah yang saat itu masih berkobar.
Kapolsek Waringinkurung, Iptu Hari Purwanto, mengungkapkan bahwa lokasi TPSA yang cukup terpencil menjadi kendala utama dalam proses investigasi. Posisinya yang jauh dari permukiman membuat tidak ada saksi yang melihat awal mula kemunculan api. Personel kepolisian yang datang ke tempat kejadian perkara juga hanya bisa memadamkan api tanpa bisa memastikan penyebabnya.
Menariknya, lahan yang kini menjadi tempat pembuangan sampah tersebut sebelumnya merupakan area bekas galian batu bata merah. Warga sekitar kemudian memanfaatkan cekungan tanah tersebut sebagai lokasi pembuangan sampah secara kolektif. Kondisi ini yang kemudian membuat tumpukan material mudah terbakar ketika terkena sumber api.
Proses pendinginan masih terus berlangsung hingga pagi ini untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala. Pihak kepolisian bersama petugas damkar masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali muncul. Sementara itu, warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun membakar sampah di area TPSA selama proses penyelidikan berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil yang signifikan dari peristiwa kebakaran tersebut. Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk menentukan apakah kebakaran ini murni akibat faktor alam atau ada unsur kesengajaan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan segera melapor jika melihat potensi kebakaran di lingkungan sekitar.



