Peluncuran Grand Theft Auto 6 yang tinggal menghitung hari membuat permintaan konsol PlayStation 5 Pro melonjak tajam. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa stok PS5 Pro akan sulit ditemukan di pasaran hingga tahun 2027 mendatang.
Sony telah menyampaikan peringatan kepada para mitra distribusinya. Pihak perusahaan menginformasikan bahwa keterbatasan pasokan PS5 Pro yang saat ini terjadi, ditambah dengan tingginya permintaan konsumen, akan berdampak pada ketersediaan konsol tersebut setidaknya sampai tahun depan. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Engadget pada Minggu (11/10) waktu setempat.
PS5 Pro sendiri baru pertama kali meluncur ke pasar pada November 2024. Konsol ini hadir sebagai versi upgrade dari PS5 standar dengan sejumlah peningkatan spesifikasi. Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan GPU yang lebih bertenaga, yang memungkinkan tampilan grafis berkualitas lebih tinggi pada kecepatan 60 frame per detik (fps).
Namun, harga PS5 Pro kini dilaporkan mengalami kenaikan. Harga eceran yang disarankan saat ini naik sebesar 200 dolar AS atau sekitar Rp3,5 juta dari harga awal peluncurannya. Sebelumnya, konsol ini dijual dengan banderol 699,99 dolar AS atau setara Rp12,5 juta. Kenaikan tersebut semakin memperberat calon pembeli yang sudah kesulitan mendapatkan stok di toko resmi.
Di sisi lain, kelangkaan stok PS5 Pro di ritel justru dimanfaatkan oleh para penjual di pasar jual kembali. Mereka menawarkan konsol ini dengan harga yang jauh di atas harga pasar, mencapai ratusan dolar AS lebih mahal. Praktik ini diperkirakan akan semakin marak seiring mendekatnya tanggal peluncuran GTA 6.
Gim terbaru dari waralaba Grand Theft Auto tersebut dijadwalkan rilis pada 19 November mendatang. Antusiasme gamers terhadap GTA 6 sangat tinggi mengingat jeda yang panjang, yakni 13 tahun sejak seri utama terakhir kali dirilis. Kombinasi antara ekspektasi besar terhadap gim tersebut dan keterbatasan stok konsol menjadi faktor utama yang membuat situasi semakin rumit.
Sony sendiri telah mengambil langkah khusus di Jepang untuk mengatasi masalah ini. Perusahaan menerapkan sistem undian bagi konsumen yang ingin membeli PS5 Pro. Tidak hanya itu, Sony juga memberlakukan sejumlah persyaratan, termasuk ketentuan minimum waktu bermain gim, guna menyaring pembeli yang diduga hanya berniat menjual kembali konsol demi mencari keuntungan.
Langkah tersebut menunjukkan upaya Sony dalam memastikan konsol sampai ke tangan pemain yang benar-benar membutuhkan. Meski demikian, tantangan besar masih membayangi ketersediaan PS5 Pro di pasar global, terutama dengan gelombang permintaan yang dipicu oleh peluncuran salah satu gim paling dinantikan dekade ini.



