Persib Bandung belum mampu menempel ketat rival abadinya, Persija Jakarta, pada awal kompetisi Super League 2026/2027. Klub berjuluk Maung Bandung itu kini terpaut lima angka dari Macan Kemayoran yang bertengger di kursi teratas klasemen sementara.
Jarak poin tersebut tercipta setelah Persib hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 melawan Dewa United dalam laga pekan keempat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (11/10). Tambahan satu poin membuat tim asuhan Igor Tolic itu mengumpulkan total tujuh poin dan menempati peringkat kedelapan. Posisi Persib masih berada di bawah Persik Kediri yang memiliki jumlah poin sama, sementara Arema FC membuntuti di bawahnya dengan koleksi enam poin.
Di sisi lain, Persija tampil sempurna dengan menyapu bersih empat pertandingan awal. Kemenangan telak 4-0 atas PSIM Yogyakarta pada Sabtu (10/10) memastikan tim ibu kota tersebut mengoleksi 12 poin penuh dan belum tersentuh di puncak klasemen. Selisih lima poin inilah yang kemudian memantik pertanyaan apakah dominasi Pangeran Biru—julukan lain Persib—yang sebelumnya meraih hattrick gelar juara liga akan berakhir musim ini.
Namun, catatan sejarah tiga musim terakhir memberikan sinyal berbeda. Pada pekan keempat Super League 2025/2026, Persib bahkan tertinggal lebih jauh, yakni enam poin dari Persija yang saat itu mengoleksi 10 poin dari empat laga. Sementara Persib baru mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan karena laga melawan Borneo FC ditunda. Kondisi serupa juga terjadi pada Liga 1 2024/2025, ketika Persib berada di peringkat ketujuh dengan enam poin, terpaut empat angka dari Borneo FC di puncak.
Bahkan, saat berhasil menjuarai Liga 1 2023/2024, Persib memulai musim dari posisi yang jauh dari ideal. Ketika itu, tim kebanggaan Bobotoh tersebut terpuruk di zona degradasi dengan hanya tiga poin, sementara Dewa United perkasa di puncak dengan 10 poin.
Tiga kisah awal musim tersebut menjadi penanda bahwa performa di pekan-pekan awal bukanlah acuan pasti untuk menentukan hasil akhir kompetisi. Posisi Persib yang kini berada di papan tengah masih menyimpan potensi untuk terus menanjak seiring bergulirnya liga.
Bagi Persija, capaian sempurna di awal musim ini juga sekaligus menjadi pengingat agar tidak terlalu cepat besar kepala. Sejarah menunjukkan bahwa keunggulan poin di awal kompetisi kerap tidak menjamin gelar juara di akhir musim.



