Torehan sempurna tetap diraih Al Nassr meski harus melalui ujian fisik yang berat. Dalam rentang dua pekan terakhir, tim asuhan Ange Postecoglou dipaksa menjalani lima pertandingan, sebuah ritme yang menurut pelatih asal Australia itu meninggalkan jejak kelelahan nyata pada tubuh para pemainnya.
Situasi tersebut sempat menjadi ujian serius kala Al Nassr menjamu Al Taawoun. Tim tamu berhasil mencuri perhatian lebih dulu melalui gol Bassam Al-Huraiji yang membobol gawang tuan rumah pada menit ke-11. Namun, ketertinggalan itu tak berlangsung lama. Samou Costa menjadi penyeimbang kedudukan pada menit kelima masa tambahan waktu babak pertama, mengubah skor menjadi 1-1 menjelang turun minum.
Kemenangan Al Nassr akhirnya dipastikan pada babak kedua. Cristiano Ronaldo, yang tak henti menjadi pembeda di lini depan, mencetak gol penentu pada menit ke-50 melalui sontekan tajam di depan gawang. Gol tersebut mengunci kemenangan ketiga Al Nassr di kompetisi ini dan mempertegas dominasi mereka di puncak klasemen sementara dengan koleksi 12 poin dari empat laga.
Meski hasil akhir berpihak pada timnya, Postecoglou tak menutup mata terhadap beratnya beban yang dipikul anak asuhnya. Jeda antarpertandingan yang singkat membuat skuadnya hampir tidak memiliki waktu pemulihan yang layak. Perpindahan dari satu laga ke laga lain dilakukan dalam tempo cepat, meninggalkan ruang sempit bagi para pemain untuk sekadar mengatur napas.
Manajer berusia 59 tahun itu mengakui bahwa laga kontra Al Taawoun merupakan salah satu ujian terberat dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut pertandingan itu berjalan sulit dan penuh tantangan, terutama karena para pemainnya hanya diberi sedikit hari untuk beristirahat. Meski demikian, Postecoglou memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para penggawa Al Nassr yang tetap mampu menjalankan instruksi dan menyelesaikan tugas mereka dengan baik di lapangan.
Lebih lanjut, Postecoglou kembali menyoroti padatnya kalender pertandingan di awal musim ini. Ia menegaskan bahwa lima pertandingan yang dijadwalkan dalam kurun 15 hari adalah fakta yang tak bisa dihindari, dan dampaknya terlihat jelas dari kondisi fisik para pemain yang kelelahan. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal perlunya manajemen rotasi yang cermat ke depan, mengingat musim masih panjang dan persaingan di puncak klasemen belum menunjukkan tanda melonggar.
Kemenangan atas Al Taawoun bukan hanya tentang tiga poin, melainkan juga bukti mentalitas juara yang ditunjukkan skuad Al Nassr di tengah keterbatasan. Mampukah mereka mempertahankan laju sempurna ini saat jadwal padat masih menanti?



