Sejumlah 159 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dilaporkan mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut terjadi bersamaan dengan dimulainya target operasional 8.000 unit Kopdes Merah Putih pada pekan ini.
Direktur Utama Agrinas, Joao, membenarkan adanya pengunduran diri tersebut. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10). Meski demikian, Joao menegaskan bahwa mundurnya para manajer itu tidak menimbulkan kerugian bagi negara. Ia menilai mereka adalah bagian dari anak bangsa, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan atas keputusan tersebut.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar pemantauan dan pengawasan secara serentak terhadap 8.000 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia mulai besok. Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyatakan bahwa langkah tersebut dilakukan bersama seluruh kementerian, jajaran TNI, serta pemerintah daerah.
“Mulai besok kita akan melakukan monitoring ke seluruh Kopdes ini,” ujar Zulhas.
Pengawasan itu bertujuan memastikan ketersediaan pasokan barang-barang subsidi, memeriksa langsung kendala operasional di lapangan, serta menjaga kelancaran rantai pasok. Adapun barang-barang yang didistribusikan melalui Kopdes Merah Putih meliputi pupuk, gula, minyak goreng, gas LPG, hingga beras subsidi SPHP dari Bulog.
Zulhas juga memaparkan capaian program hingga saat ini. Dari target moderat sebanyak 35 ribu unit sampai akhir tahun, sekitar 29 ribu unit telah dinyatakan siap. Sebanyak 8.000 unit di antaranya menjadi fokus utama dalam pemenuhan pasokan sepanjang minggu ini.
Menurut Zulhas, Kopdes Merah Putih merupakan proyek raksasa yang melibatkan hampir seluruh lembaga pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga camat dan kepala desa. Karena skala dan cakupannya yang luas, ia mengakui program ini tidak dapat langsung berjalan mandiri secara instan dan masih memerlukan waktu penyesuaian.
Zulhas memperkirakan Kopdes Merah Putih membutuhkan pembimbingan serta penguatan selama satu hingga dua tahun ke depan. Selama periode itu, Agrinas masih akan terlibat dalam pendampingan agar operasional koperasi berjalan optimal. Ia menambahkan, apabila dalam dua tahun sudah berjalan baik, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada pendampingan.



