Kejuaraan 76 Ultimate Downhill 2026 seri II yang berlangsung di Arjuno Bike Park, Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu, menjadi ajang pembuktian bagi para pesepeda gunung. Gelaran tersebut untuk pertama kalinya digelar di sirkuit baru itu, dan penyelenggara menyatakan kepuasan atas kelancaran acara.
Agnes C. Wuisan, yang mewakili 76 Rider selaku pihak penyelenggara, menilai lintasan di Arjuno Bike Park memaksa setiap pembalap beradaptasi. Menurutnya, trek tersebut menuntut peningkatan kemampuan teknik maupun fisik dari para peserta. Ia menyampaikan hal itu melalui keterangan resmi pada Senin.
Persaingan ketat terjadi pada putaran kedua ini, terutama di kelas prestasi Men Elite dan Women Elite. Agnes menyebut kejar-kejaran poin berlangsung sengit di kedua kategori tersebut. “Karakter trek di Arjuno Bike Park juga menghadirkan tantangan yang sulit ditaklukkan para rider yang berpartisipasi,” ujarnya.
Penyelenggara berharap pengalaman bertanding di lintasan sulit itu dimanfaatkan sebaik mungkin. Tujuannya agar kemampuan atlet downhill Indonesia terus meningkat ke level yang lebih tinggi. Harapan tersebut disampaikan Agnes saat mengomentari hasil putaran kedua.
Di kategori elite putra, Agung Prio Apriliano tampil sebagai yang tercepat. Pembalap dari Astrindo Racing Team itu mencatat waktu 2 menit 47,826 detik. Catatan tersebut menjadikannya yang terdepan di antara para pesaing di kelasnya.
Sementara itu, kategori elite putri dimenangi Milatul Khaqimah. Wakil dari Nukeproof Exess Team tersebut membukukan waktu 3 menit 20,555 detik. Hasil ini menempatkannya sebagai pembalap tercepat di kelas elite putri pada seri II Pasuruan.
Kesuksesan penyelenggaraan di Arjuno Bike Park disebut menjadi modal penting bagi rangkaian 76 Ultimate Downhill 2026. Debut sirkuit tersebut dinilai memberi warna berbeda pada kompetisi, sekaligus menguji ketangguhan para rider di medan yang menantang.
Bagi para pembalap, putaran kedua ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah teknik di lintasan baru. Adaptasi terhadap karakter trek menjadi kunci, terlebih ketika persaingan poin di kelas elite berlangsung ketat hingga akhir.



