Kain batik sepanjang 116 meter dibentangkan dan diarak dalam sebuah kirab di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10/2026). Prosesi yang melibatkan gunungan kain batik ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian peringatan Hari Batik Nasional di kota yang dikenal sebagai pusat kerajinan batik tersebut.
Pemerintah Kota Pekalongan menggandeng Pegiat Batik Pesindon untuk menyelenggarakan kegiatan itu. Berbagai komunitas seni budaya turut ambil bagian, menampilkan kostum-kostum kreasi sambil membawa kain batik dalam iring-iringan. Antusiasme peserta mewarnai sepanjang rute kirab.
Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui gelaran ini. Pertama, tradisi batik sebagai warisan budaya tak benda tetap terjaga kelestariannya. Kedua, kirab difungsikan sebagai sarana kampanye penggunaan batik dengan pewarna alam yang ramah lingkungan. Ketiga, acara ini sekaligus menjadi penutup peringatan Hari Batik Nasional.
Pesan pelestarian lingkungan menjadi sorotan dalam kirab tahun ini. Para pegiat batik Pesindon mendorong peralihan ke pewarna alami, sebuah langkah yang dinilai penting di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak industri terhadap lingkungan. Kampanye tersebut disampaikan langsung melalui prosesi budaya agar lebih mudah diterima masyarakat.
“Kirab ini bukan sekadar parade, tetapi juga pesan bahwa batik pewarna alam harus terus kita gaungkan,” ujar seorang pegiat batik Pesindon di sela acara.
Keterlibatan beragam komunitas seni budaya menunjukkan bahwa batik telah menjadi bagian dari ekspresi kreatif masyarakat luas, bukan hanya milik perajin. Kostum kreasi yang dikenakan peserta menjadi bukti bahwa kain tradisional ini bisa dikemas secara modern tanpa kehilangan nilai budayanya.
Pekalongan sendiri memiliki posisi penting dalam peta batik nasional. Kota ini telah lama menjadi rujukan perkembangan motif dan teknik pembatikan di Indonesia. Karena itu, peringatan Hari Batik Nasional di kota ini terasa relevan, mengingat sejarah panjang tradisi membatik yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui kirab bertajuk Kain Batik 116 meter dan Gunungan Kain Batik ini, pemerintah kota berharap kesadaran warga terhadap batik terus tumbuh. Bukan hanya sebagai kain, tetapi juga sebagai identitas budaya yang perlu dijaga bersama, termasuk dengan memilih pewarna alami yang lebih bersahabat dengan lingkungan.



