Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali terpantau pada Sabtu pagi. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono mencatat semburan asap putih dari kawah gunung setinggi 1.000 hingga 1.100 meter. Petugas PGA Dukono Bambang Sugiono menegaskan bahwa semburan tersebut bukan merupakan letusan, melainkan pelepasan asap kawah yang memang rutin terjadi.
Bambang menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Dukono saat ini masih memperlihatkan pola harian yang biasa. Kondisi puncak gunung secara visual umumnya tertutup kabut, sehingga pengamatan terhadap asap kawah kadang tidak terlihat dengan jelas. Ketinggian asap yang teramati pun berfluktuasi dengan tekanan gas tergolong lemah hingga sedang.
Dari sisi seismik, gempa letusan masih tercatat terjadi. Namun, intensitasnya menunjukkan penurunan dibandingkan sebelumnya. Sebaran debu vulkanik juga masih teramati dengan intensitas tipis, bergantung pada arah dan kecepatan angin yang bertiup di sekitar kawasan gunung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Gunung Dukono masih berstatus Level II atau Waspada. Pendakian ke gunung tersebut juga masih ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sejak 8 Mei 2026. Penutupan ini menyusul erupsi pada awal Mei tahun ini yang menewaskan tiga pendaki akibat terkena material vulkanik.
Bambang mengingatkan bahwa letusan yang membawa abu vulkanik bisa muncul secara berkala. Arah dan kecepatan angin menentukan ke mana abu akan menyebar, sehingga wilayah yang terdampak dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Karena itu, warga di sekitar Gunung Dukono diimbau selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut. Alat pelindung tersebut penting digunakan saat terjadi hujan abu vulkanik agar sistem pernapasan tidak terganggu.
Semburan asap setinggi 1.000 hingga 1.100 meter itu sendiri, menurut Bambang, hanyalah aktivitas pengeluaran asap kawah yang biasa. Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan letusan.













Komentar