Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda kembali diperluas dengan mengerahkan dukungan udara. Sebuah helikopter diterbangkan dari ATS menuju Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan rute ATS-SAS Pantai Carita-ATS. Pesawat itu lepas landas pukul 08.20 WIB dan tiba di lokasi tujuan pada 09.05 WIB, Sabtu (12/9).
Helikopter berjenis HR-3604 tersebut mengangkut enam kru yang terdiri dari Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Tidak ada penumpang lain dalam penerbangan itu. Begitu tiba di Pantai Carita, kondisi langit terlihat cerah dengan kecepatan angin sekitar 2 knot mengarah dari timur ke barat, sementara jarak pandang tercatat kurang dari 8 kilometer.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa bantuan dari udara memegang peranan krusial untuk mengoptimalkan operasi pencarian. Menurutnya, wilayah yang harus disisir sangat luas sehingga pemantauan dari sudut pandang berbeda menjadi keharusan. Ia berharap jangkauan pengawasan bisa makin melebar dan setiap tanda keberadaan delapan orang yang masih dicari dapat segera terdeteksi.
“Kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi,” ujar Al Amrad di Pandeglang.
Al Amrad menambahkan, semua unsur SAR Gabungan tetap bergerak mengikuti rencana operasi yang sudah ditetapkan. Kondisi cuaca serta keselamatan personel menjadi pertimbangan utama dalam setiap pergerakan di lapangan. Helikopter sendiri disiagakan khusus untuk memperluas pemantauan dari udara, terutama di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dan Perairan Selat Sunda.
Rangkaian peristiwa yang berujung pada hilangnya delapan orang itu bermula pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menggunakan speedboat atau kapal cepat. Tujuan mereka adalah kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di sana.
Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri dari lima pewarta foto, yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Selain kelima jurnalis tersebut, ada tiga orang lain yang ikut berada di dalam kapal, yaitu nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu.



