Peluncur Roket di Pulau Larak Dihancurkan, Iran Balas Serang Dua Pangkalan AS

admin@amaran.id - Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 02:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan balasan semakin memanas di kawasan Teluk. Militer Amerika Serikat melancarkan aksi militer ke sebuah pulau strategis di Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik rawan konflik. Target operasi tersebut adalah dua unit peluncur roket milik Iran yang disinyalir tengah bersiap untuk aksi ofensif di jalur pelayaran internasional.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) membenarkan bahwa operasi tersebut menyasar infrastruktur militer Teheran di Pulau Larak. Washington beralasan, serangan itu dilakukan sebagai langkah preventif untuk menggagalkan rencana Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang hendak meluncurkan rudal pembawa ranjau laut. Aksi pencegahan ini dinilai penting untuk menjaga keamanan alur laut di salah satu titik tersibuk dunia tersebut.

Teheran tidak tinggal diam. Sebagai respons atas gempuran itu, IRGC langsung melakukan serangan balasan ke dua pangkalan udara AS yang berada di Yordania, yakni King Hussein dan AlAzraq. Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim bahwa operasi pembalasan itu berhasil menghancurkan infrastruktur teknis, fasilitas perbaikan, serta area parkir pesawat tempur di kedua pangkalan tersebut. Mereka menegaskan bahwa tindakan agresif musuh hanya akan berujung pada keputusasaan dan setiap serangan akan mendapat respons yang jauh lebih menghancurkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat militer menilai pilihan target AS di Pulau Larak sangat spesifik. Mantan direktur urusan Semenanjung Arab di Kementerian Pertahanan AS, David Des Roches, menduga kuat sasaran serangan tersebut adalah sistem peluncur roket ganda jarak jauh Fajr-5. Sistem artileri ini diyakini memiliki jangkauan tembak hingga 75 kilometer, yang menurutnya cukup untuk menjangkau dan mengganggu jalur pelayaran utama di perairan Selat Hormuz.

Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa ancaman utama dari sistem roket ini bukan hanya pada kapal militer, tetapi juga pada kapal sipil. Des Roches menjelaskan, banyak kapal dagang yang kini memilih jalur alternatif melalui perairan Oman untuk menghindari risiko serangan terhadap kapal netral. Jika Iran benar-benar meluncurkan rudal dari posisi tersebut, potensi penyebaran ranjau laut bisa membuat situasi di jalur selatan menjadi kacau balau. Ia pun mengakui bahwa Iran memiliki kapabilitas yang cukup signifikan untuk melaksanakan ancaman tersebut.

Konflik terbuka antara kedua negara ini telah memasuki bulan keenam sejak dimulai pada 28 Februari lalu. Yang menarik, eskalasi militer ini justru terjadi di tengah meredanya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir, di mana pemerintahan Trump sebelumnya lebih memilih fokus pada tekanan ekonomi berupa sanksi daripada operasi militer langsung. Sejak perang dimulai, Iran memang telah memblokir Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi lintasan seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Upaya diplomatik untuk meredakan situasi sebenarnya telah digencarkan oleh sejumlah mediator internasional, termasuk Pakistan dan Qatar. Sayangnya, perundingan selama berbulan-bulan tersebut belum membuahkan hasil konkret. Meski gencatan senjata sempat disepakati pada April lalu dan nota kesepahaman menuju perjanjian damai final telah ditandatangani pada Juni, implementasi di lapangan masih jauh dari harapan. Akar perselisihan yang paling pelik tetap sama, yakni soal keamanan dan hak kendali atas wilayah perairan strategis Selat Hormuz yang menjadi rebutan kedua negara.

Follow WhatsApp Channel amaran.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Jepara dan BPJS Kesehatan Pulihkan Hak Jaminan Kesehatan 531 Warga Rentan
Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Dua Kabar Besar Lain Mewarnai Dunia Olahraga
Bournemouth Balikkan Keadaan, Sparta Praha Takluk dengan 10 Pemain
MKMK Tolak Aduan Etik terhadap Sembilan Hakim MK soal Perkara Ijazah Gibran
Mawar de Jongh Tekankan Pentingnya Proses Belajar bagi Perempuan Muda
Arsenal Tundukkan Slavia, Como Hancurkan Lens Sembilan Gol
Menalo dan Sekulic Bawa Persib Balikkan Keadaan, Tiket 16 Besar Diamankan
Kesempatan Magang Nasional Ditutup Hari Ini, Pelamar Masih Bisa Akses MagangHub
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:01 WIB

Polres Jepara dan BPJS Kesehatan Pulihkan Hak Jaminan Kesehatan 531 Warga Rentan

Jumat, 6 November 2026 - 01:01 WIB

Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Dua Kabar Besar Lain Mewarnai Dunia Olahraga

Kamis, 5 November 2026 - 22:01 WIB

Bournemouth Balikkan Keadaan, Sparta Praha Takluk dengan 10 Pemain

Kamis, 5 November 2026 - 10:01 WIB

MKMK Tolak Aduan Etik terhadap Sembilan Hakim MK soal Perkara Ijazah Gibran

Kamis, 5 November 2026 - 04:00 WIB

Mawar de Jongh Tekankan Pentingnya Proses Belajar bagi Perempuan Muda

Berita Terbaru