Skip to content
amaran.id
  • Beranda
  • Berita
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Tentang Kami

Pertamina Targetkan B50 Menyeluruh di SPBU Akhir September

Posted on 11 September 2026 By admin@amaran.id Tak ada komentar pada Pertamina Targetkan B50 Menyeluruh di SPBU Akhir September
Berita

PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran bahan bakar campuran biodiesel 50 persen atau B50 di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terus meluas. Direktur Pemasaran Ritel perusahaan tersebut, Eko Ricky Susanto, menyatakan bahwa hampir seluruh terminal bahan bakar minyak kini telah memiliki persediaan B50. Tingkat distribusi di jaringan SPBU pun sudah mencapai sekitar 95 persen.

Meski demikian, sejumlah kawasan belum sepenuhnya beralih ke B50. Wilayah seperti Maluku dan Papua masih menjalani masa peralihan karena harus menghabiskan sisa stok Biosolar B40 yang jumlahnya masih melimpah. Eko menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Pertamax Journey di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Ia berharap seluruh SPBU dapat menyalurkan B50 secara merata paling lambat pada akhir September. “Diharapkan akhir September kita sudah masuk ke B50 semuanya,” ujar Eko.

B50 sendiri merupakan bahan bakar yang menggabungkan 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan 50 persen solar fosil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbesar porsi energi terbarukan pada sektor transportasi, khususnya kendaraan bermesin diesel.

Di sisi lain, Pertamina tidak hanya mendorong penggunaan campuran nabati pada diesel. Perseroan juga memperluas penetrasi bahan bakar bensin yang dicampur bioetanol. Selama tiga tahun terakhir, distribusi bensin campuran bioetanol melalui produk Pertamax Green 95 telah menjangkau berbagai daerah di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga sebagian wilayah Jakarta.

Eko menuturkan bahwa pemerintah saat ini sedang mematangkan regulasi untuk memperluas kewajiban pemanfaatan etanol. Tujuannya, seluruh produk bensin yang dijual di pasar dapat secara bertahap mengandung bahan bakar nabati tersebut. Ia memperkirakan kebijakan itu bisa diterapkan dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Untuk memperlancar rencana transisi energi ini, Pertamina bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta instansi terkait lainnya sedang mengajukan permohonan insentif berupa pembebasan cukai bagi etanol berbasis bahan bakar.

Navigasi pos

❮ Previous Post: Wali Kota Bandung Ajak Doakan Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Next Post: Putin Peringatkan Eropa: Kirim Pasukan ke Ukraina Sama dengan Berperang Melawan Moskow ❯

You may also like

Berita
Abu Vulkanik Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan Soekarno-Hatta Sementara
5 September 2026
Berita
Mandat Global untuk Gulat, Sawit Indonesia Pimpin Petani Dunia
31 Agustus 2026
Berita
Penendang Wanita di Senayan City Ditangkap, Korban Alami Trauma
18 September 2026
Berita
AirPods 5 Meluncur dengan ANC Terbaik di Kelas Open-Ear
10 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Memoar Charles Spencer Ungkap Dampak Kehilangan Diana pada Harry
  • Harga Tiket Loop Tour Ed Sheeran Rontok, Refund Mulai Diminta
  • Robot Selam Dikerahkan untuk Menelusuri Isi KM Virgo
  • Conceicao dan Bremer Pecahkan Kebuntuan, Juventus Tundukkan Atalanta
  • Seraf Naro Siregar Buka Rekening Medali Indonesia di Asian Games 2026
  • Veda Ega Terhambat Masalah Teknis, Start Moto3 Austria dari Posisi 19
  • Fortuna Sittard Tundukkan Willem II, Hubner dan Romeny Starter
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Redaksi

Copyright © 2026 amaran.id.