Getaran banjir lahar hujan yang melanda kawasan Gunung Semeru sepanjang Jumat (30/10) malam terekam hampir empat jam. Meski begitu, warga di lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho menyatakan bahwa aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh peristiwa tersebut. Namun, pembangunan sabo dam di Curah Kobokan terkena imbas karena debit air meningkat akibat hujan deras yang mengguyur gunung itu.
“Ketika terekam getaran banjir lahar Semeru dengan intensitas curah hujan tinggi, maka informasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat dan diimbau untuk berhati-hati, terutama yang berada di sekitar bantaran sungai,” ujar Isnugroho saat dihubungi melalui telepon dari Lumajang, Jawa Timur, Sabtu.
Data pengamatan aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam pada Jumat (30/10) mencatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 50 mm dan durasi 13.524 detik. Hujan deras yang mengguyur puncak gunung menyebabkan debit air meningkat di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Semeru.
Petugas pengamatan disebut selalu memantau aktivitas gunung tersebut. Begitu getaran banjir lahar terekam disertai curah hujan tinggi, informasi langsung diteruskan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Selain getaran banjir, periode pengamatan yang sama juga merekam 88 kali gempa letusan atau erupsi, dua kali gempa harmonik, delapan kali gempa guguran, empat kali gempa tektonik jauh, serta 10 kali gempa embusan.
Isnugroho mengingatkan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terkena lontaran batu pijar. Larangan serupa berlaku pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai 17 kilometer dari puncak.
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu diperhatikan meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.



