Sikap bijak di media sosial menjadi syarat mutlak bagi suporter Persija Jakarta dalam menyambut kompetisi Indonesia Super League 2026/2027. Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, menegaskan bahwa interaksi di dunia maya harus selalu mengedepankan kepentingan tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Aditya menyampaikan hal itu menyusul rampungnya rangkaian pemusatan latihan Persija di Thailand. Dalam laga uji coba terakhir yang digelar di Alpine Training Football Camp, Bangkok, Sabtu (22/8/2026), skuad asuhan pelatih anyar itu sukses menaklukkan tuan rumah Chiangrai United dengan skor tipis 2-1.
Menurut Aditya, media sosial memiliki pengaruh besar dalam membangun atmosfer positif di sekitar klub. Namun, ia mewanti-wanti agar seluruh elemen The Jakmania tidak mudah terprovokasi ketika persaingan di ruang digital sedang memanas. Sebaliknya, saat situasi mulai mereda, suporter justru diharapkan mampu menyalakan kembali semangat kebersamaan.
“Yang pasti, di sosial media kita perlu menjadi orang yang bisa mengademkan ketika situasi sedang panas, tapi ketika situasi sudah dingin kita bisa membarakan api itu kembali,” ucap Aditya dalam wawancara di Sekretariat The Jakmania, Kuningan, Jakarta.
Ketua umum yang akrab disapa Adit itu menambahkan, seluruh aktivitas daring The Jakmania sepatutnya diarahkan untuk memberi dampak positif terhadap Persija. Energi yang tersalurkan lewat berbagai platform digital harus mampu memperkuat mental para pemain, bukan justru memicu kegaduhan yang merugikan tim.
Aditya juga mengingatkan agar suporter tidak mudah teralihkan oleh isu-isu di luar urusan Persija. Ia menegaskan, fokus utama The Jakmania adalah memberikan dukungan penuh kepada tim kesayangan mereka. Perhatian yang terpecah terhadap hal-hal lain hanya akan mengurangi kualitas dukungan yang seharusnya diterima oleh para penggawa Macan Kemayoran.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kritik dan dukungan memiliki porsi yang sama pentingnya. Ketika penampilan Persija belum sesuai harapan, masukan membangun dari suporter diperlukan sebagai bahan evaluasi. Sebaliknya, ketika tim sudah menunjukkan progres positif, apresiasi dan dukungan moral harus terus digelontorkan.
Aditya menilai, keseimbangan antara kritik dan dukungan ini menjadi kunci untuk menjaga hubungan yang sehat antara suporter dan klub. Dengan demikian, The Jakmania dapat berperan sebagai kekuatan pendorong kesuksesan Persija, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dia pun berharap seluruh anggota The Jakmania, yang tersebar di berbagai wilayah, dapat meneladani sikap tersebut. Konsistensi dalam menjaga kedewasaan bermedia sosial akan menjadi modal penting bagi Persija untuk bersaing di level tertinggi sepak bola nasional musim depan.



