Skip to content
amaran.id
  • Beranda
  • Berita
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Tentang Kami

Buka Tutup Tangkap Gurita Selamatkan Perairan Spermonde

Posted on 13 Oktober 2026 By admin@amaran.id Tak ada komentar pada Buka Tutup Tangkap Gurita Selamatkan Perairan Spermonde
Berita

Pulau Lanjukang dan Pulau Langkai, dua pulau terluar di Kota Makassar, kini dikenal sebagai kawasan konservasi yang menerapkan sistem buka tutup dalam penangkapan hasil laut. Nelayan gurita di perairan Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, mulai merasakan dampak positif dari kebijakan tersebut setelah bertahun-tahun menghadapi masa sulit.

Erwin, nelayan berusia 48 tahun, telah mengenal laut sejak pertengahan 1980-an. Mengikuti jejak kakek dan ayahnya, ia terbiasa melaut untuk menangkap ikan dan gurita. Baru sekitar sepuluh tahun terakhir ia menekuni gurita sebagai tangkapan utama. Menangkap gurita memerlukan keahlian membaca kondisi perairan dan mengenali lokasi persembunyian hewan tersebut. Dalam sehari, Erwin bisa memperoleh 15 ekor gurita.

Harga gurita di pengepul jauh lebih tinggi dibandingkan ikan. Sebagian tangkapan Erwin berukuran kurang dari satu kilogram dan tergolong kelas C serta D. Namun, sesekali ia berhasil mendapatkan gurita kelas A dengan bobot lebih dari dua kilogram atau kelas B dengan berat satu hingga 1,9 kilogram. Ukuran-ukuran itulah yang diminati pasar ekspor, termasuk Eropa dan Amerika.

Perjalanan menuju kondisi tersebut tidaklah mulus. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2020 mencatat ekspor gurita asal Sulawesi Selatan mencapai 2,1 juta ekor dengan nilai sekitar 10,7 juta dolar AS. Angka ekonomi yang menggiurkan itu memicu eksploitasi berlebihan. Prinsip lama nelayan sederhana—semakin banyak menangkap, semakin besar penghasilan—perlahan menguras stok di laut.

Akibatnya, hasil tangkapan kian menipis dan ukurannya menyusut. Meski saat itu ada pembatasan sosial yang membuat tidak banyak nelayan melaut, stok gurita tetap menipis. Nelayan pun semakin sulit memperoleh hasil memuaskan. Erwin mengaku paling banyak hanya mendapat tiga hingga lima ekor per hari, dan hasil melaut itu hanya cukup untuk makan.

Kesadaran kemudian tumbuh di kalangan nelayan. Laut tidak bisa terus dipaksa menghasilkan tanpa diberi kesempatan untuk pulih. Sistem buka tutup penangkapan hasil laut pun menjadi jalan keluar yang mulai mereka terima dan jalankan.

Kawasan konservasi di Pulau Lanjukang dan Pulau Langkai menjadi penopang harapan baru. Deru ombak dan semilir angin dini hari menyambut kepulangan para nelayan gurita. Satu per satu perahu ditambatkan di pesisir kedua pulau terluar Makassar itu, membawa hasil tangkapan yang lebih terjaga keberlanjutannya.

Navigasi pos

❮ Previous Post: Bank Jakarta Biayai 3.782 Bus Listrik Transjakarta Senilai Rp5,07 Triliun

You may also like

Berita
Madrid Menuding Moskwa dan Tel Aviv di Balik Kampanye Hoaks Migran Ceuta
2 September 2026
Berita
Mancini Gagal di Laga Perdana, Italia Tumbang 0-2 dari Belgia
25 September 2026
Berita
Tujuh Kapal Feri Antar Jemput 329 Pelajar di Perairan Pedalaman Yunnan
3 September 2026
Berita
Enam Bulan Senyap, Publik Iran Mulai Ragu dan Desak Khamenei Junior Tunjukkan Diri
30 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Buka Tutup Tangkap Gurita Selamatkan Perairan Spermonde
  • Bank Jakarta Biayai 3.782 Bus Listrik Transjakarta Senilai Rp5,07 Triliun
  • Doli Soroti Jabatan Komisaris Hasyim di PTPN I
  • PS5 Pro Diprediksi Langka hingga 2027, GTA 6 Jadi Pemicu
  • Rizky Ridho Kutuk Serangan Bus EPA Persib, Koper Pemain Raib
  • Persib di Papan Tengah, Persija Kokoh di Puncak Klasemen
  • Martin Bersyukur Podium Ketiga di Mandalika, Kembali Pimpin Klasemen
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Redaksi

Copyright © 2026 amaran.id.